Kebijakan Pengguna Layanan PopIt Snack® (AUP)

Acceptable Usage Policy (AUP) atau disebut dengan Kebijakan Pengguna Layanan ini adalah kebijakan aturan penggunaan fasilitas Layanan Perusahaan yang tercakup dalam layanan yang digunakan Pengguna. Acceptable Usage Policy (AUP) ini hanya berlaku antara PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya (disebut sebagai “Perusahaan“), mitra penyedia jasa hosting/domain/server dimana peletakan situs dan applikasi PopIt Snack® diletakan (disebut sebagai “Mitra Perusahaan“, dan semua Individu/Kelompok/Badan Usaha yang bukan berasal dari bagian Perusahaan dan Mitra Perusahaan (disebut sebagai “Pengguna“). “Layanan” adalah semua kegiatan yang diberikan dan difasilitasi oleh Perusahaan dalam kegiatan usaha Perusahaan dan/atau atas nama Perusahaan. Pengguna dari pihak lain yang secara tidak langsung menggunakan Layanan situs dan applikasi PopIt Snack® namun tidak terdaftar langsung sebagai pelanggan tidak berhak mendapatkan SLA ini.

 

Konten Situs dan Applikasi PopIt Snack®

Pengguna dilarang untuk memuat/ memproduksi konten pada situs dan applikasi PopIt Snack® yang bersifat dan atau berhubungan dengan:

  1. Pornografi, perjudian, SARA, penghinaan, dan keasusilaan umum;
  2. Hal – hal yang bersifat dapat menimbulkan perselisihan, keresahan, dan teror;
  3. Materi yang mengandung unsur hak cipta tanpa seizin pemiliknya;
  4. Materi yang dapat digunakan untuk hal – hal yang mengganggu semua pihak;
  5. Ponzy, pyramid scheme, fraud, phishing, dan penipuan;
  6. Transaksi/jual beli obat-obatan secara online tanpa izin yang valid (SIA) atau tanpa adanya persetujuan dari PharmacyChecker atau LegitScript;
  7. Materi – materi lain yang tidak sesuai dengan peraturan perundang – undangan Republik Indonesia;
  8. Materi yang dilarang oleh pihak ISP/ Datacenter/ Mitra Perusahaan.

 

Penggunaan Account Pengguna

1. Pengguna, Perusahaan, dan Mitra Perusahaan dilarang untuk menggunakan atau mengatasnamakan Account Pengguna untuk kegiatan sebagai berikut:

  1. Mengirimkan e-mail massal dan atau SPAM (lebih detail akan dijelaskan dalam pasal lain);
  2. Memasang BOT IRC,PsyBNC, dan proses – proses yang berkaitan dengan IRC;
  3. Web Proxy, Mail Proxy, dan jenis – jenis proxy lainnya;
  4. Mendownload file menggunakan fasilitas hosting baik melalui shell maupun cara lain;
  5. Melakukan DDOS, port scanning, sniffing, dan exploit system;
  6. Bit Torrent atau applikasi Peer to Peer lain;
  7. Menyimpan file – file yang dilarang;
  8. Jenis – jenis penggunaan yang dilarang oleh ISP atau Datacenter;
  9. Penambangan/mining cryptocurrency.

2. Pengguna tidak diperkenankan untuk menyimpan file berukuran lebih dari 10MB oleh karena itu Perusahaan dan Mitra Perusahaan berhak menghapus file tersebut tanpa adanya jaminan restore (dikembalikan dari backup).

 

Penggunaan Fasilitas E-mail / Surat Elektronik

Pengguna dilarang untuk menggunakan fasilitas e-mail dan fasilitas lain yang dapat berfungsi mengirimkan e-mail untuk :

  1. Melakukan mengirimkan SPAM dan atau Unsolicited Mail, atau dengan sengaja menerima kedua hal tersebut;
  2. Melakukan pengiriman e-mail massal dengan alasan apapun dan atau mail bombing;
  3. Mengirimkan e-mail lebih dari 120 e-mail per jam;
  4. Mengirimkan materi – materi yang tersebut dalam kategori larangan;
  5. Jenis – jenis e-mail yang dilarang oleh ISP, Datacenter, Mitra Perusahaan;
  6. Penggunaan Resource Hosting;
  7. Pengguna dilarang untuk menggunakan resource hosting berupa CPU, RAM, dan Storage secara berlebihan sehingga berpotensi atau telah mengganggu layanan terhadap Pengguna lainnya.

 

Penggunaan dan Pengendalian Perangkat Elektronik

Dengan Landasan Hukum Peraturan Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Pengaturan Pengendalian Perangkat Telekomunikasi yang Tersambung dalam Jaringan Seluler Melalui Identifikasi IMEI (International Mobile Equipment Identity). Sasaran dan capaian dari kebijakan ini bertujuan untuk memberantas peredaran ponsel ilegal atau black market (BM) yang beredar di pasaran, termasuk oleh pengguna Layanan Perusahaan.

Menanggapi kebijakan tersebut, Perusahaan mengajak para pengguna Layanan Perusahaan untuk melakukan pengecekan nomor IMEI yang digunakan agar kedepan transaksi dalam ruang lingkup Layanan Perusahaan tetap berjalan dengan baik.

Berikut informasi penting dari PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya terkait regulasi tersebut:

  1. Semua pengguna Layanan Perusahaan harus memastikan bahwa perangkat elektronik yang digunakan dalam menggunakan Layanan Perusahaan sudah lolos pengecekan IMEI agar kedepan tidak ada kendala pada saat transaksi.
  2. Jika pengguna mengajukan komplain karena kendala IMEI, pengguna diharapkan untuk mengirimkan email ke [email protected] Tim PopIt Snack® akan membantu proses retur/refund sesuai dengan Kebijakan Pengiriman dan Pengembalian Barang Situs dan Applikasi PopIt Snack®.
  3. Bagi pengguna yang ingin melakukan pengecekan IMEI produk, silahkan kunjungi imei.kemenperin.go.id dan masukkan nomor IMEI pada kolom yang tersedia.

 

Sanksi Terhadap Pelanggaran

  1. Perusahaan berhak untuk memutuskan akun Pengguna dan menolak memberikan jaminan yang tertera dalam Term of Services;
  2. Jika menurut penilaian Perusahaan pelanggaran yang dilakukan oleh Pengguna bersifat ringan, maka Perusahaan akan mengirimkan peringatan melalui e-mail kepada Pengguna;
  3. Perusahaan berhak untuk melakukan suspend atau pemberhentian Layanan Perusahaan tanpa pemberitahuan sebelumnya;
  4. Perusahaan berhak untuk memberlakukan denda untuk Pengguna yang dengan sengaja melakukan pelanggaran yang jumlahnya sebesar Rp 500.000,- (terbilang Lima Ratus Ribu Rupiah);
  5. Perusahaan berhak untuk mengambil alih kepemilikan Akun Pengguna apabila pelanggaran yang dilakukan cukup berat dan dilakukan dengan kesengajaan.

 

 

Kebijakan Ini dipublikasikan, disunting, ditayangkan terakhir sesuai dengan Kebijakan Komunitas dan Kebijakan Perlindungan Privasi Pengguna Situs pada situs resmi PopIt Snack® tertanggal Senin, 04 Mei 2020.