Cart

PopIt Snack® Berpartisipasi dalam Acara Indonesian Bankers Club dan Sosialisasi Fintech SamaKita

Kota Bandung 24 September 2019, untuk segera dipublikasikan. – Era teknologi merupakan sebuah era di mana kehidupan dan aktivitas masyarakat akan lebih mudah dan efektif dikarenakan peran dunia digital. Salah satu jenis startup yang mulai naik daun adalah pada bidang Fintech. Fintech adalah sebuah sebutan yang disingkat dari kata ‘financial’ dan ‘technology’ di mana artinya adalah sebuah inovasi di dalam bidang jasa keuangan.

Bertempat di Makers Insititute Kota Bandung, dengan para pembicara Bapak Arya Wicaksana selaku Digital Banking Head Bank Yudha Bhakti, Bapak Theodore Surbakti selaku Head of Business SamaKita, dan Bapak David Sebastian selaku CEO & Founder PT. Adave Solusindo Partnerindo. acara kegiatan dengan tajuk Bank versus Fintech dipandu oleh Bapak Nur Islami Javad selaku CDEF PT. Sharing Vision dan Co – Founder Bandung Initiative Movement. Acara  memberikan pandangan dan gambaran tentang Perusahaan Fintech Legal & Fintech Ilegal, juga menjelaskan tentang konsep bisnis Fintech khususnya Peer to Peer Lending, keunggulan serta kekurangan mereka dibandingkan bank dan sebaliknya. Acara ini dihadiri khalayak umum, anggota, dan juga undangan Indonesian Bankers Club.

Adanya “FinTech Bubble Burst“, merupakan salah satu momok dalam industri finansial teknologi. Namun PT. Sejahtera Sama Kita telah melakukan preparation dan analisis mendalam terkait hal tersebut. “Kami telah berkolaborasi dengan instansi pemerintahan khususnya Otoritas Jasa Keuangan dalam menghadapi hal tersebut. Kami juga mempersiapkan kelayakan dengan persiapan regulasi open data pada basis bank data yang dicanangkan oleh pemerintah. Itu sebabnya kami mengarah pada sektor – sektor yang sederhana dan belum dijangkau oleh pemain fintech lain. Kami memberikan kemudahan kepada karyawan dan pelaku UMKM untuk dapat terfasilitasi dengan baik.“, papar Bapak Theodore Surbakti dari SamaKita.

Bapak Arya Wicaksana pun menegaskan bahwa “Kami satu – satunya Bank di Indonesia yang telah terakuisisi oleh perusahaan Fintech, memberikan gambaran bahwa Fintech dan perbankan ini berjalan paralel dan saling bersinergi. Sudah banyak dari para milenial yang berkontribusi dengan laju pertumbuhan dari perkembangan finansial teknologi ini.

Kolaborasi, ini yang terpenting semua element harus membuka dan menerima kenyataan bahwa tren saat ini sudah merupaka gaya hidup yang mau tidak mau harus diterima. Ini alasannya saya menerima undangan dari Indonesian Bankers Club untuk memahami dan mengerti mengenai prinsip – prinsip dasar dari finansial teknologi.  Saya memandang dan mengapresiasi kerja salah satu fintech, SamaKita dalam mensosialisasi pemahaman tentang fintech. Ini penting, agar para entrepreneur mau dan saling merangkul agar menciptakan ekosistem perekonomian yang baik. Tentunya ini sangat sejalan dengan visi dari perusahaan untuk menjadi salah satu penggerak dalam revolusi industri 4.0 di Indonesia. Kami bukan semata – mata hanya produsen dan supplier, melainkan beradaptasi dan melakukan terobosan – terobosan yang tentunya telah dikembangkan oleh para pelaku industri kreatif. Misalnya saja dengan SamaKita, mereka fokus pada layanan peer to peer, bagus kan misalnya ada anak mahasiswa yang ingin jualan produk kami namun ada kendala karena tidak dapat membeli dalam jumlah tertentu karena faktor tertentu. Bukan saja konsumtif, melain kan produktif. ini yang menjadi kesamaan pandangan kami dengan perusahaan fintech SamaKita.“, jelas direktur utama PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya bapak Fransiscus.

Fintech dapat mempengaruhi banyak bisnis, mulai dari e-commerce, hotel dan pariwisata, asuransi, properti, dan banyak lagi. Sepanjang bisnis membutuhkan pelayanan electronic money, virtual account, agregator, lending, crowdfunding dan lainnya, maka bisnis dapat mengambil banyak keuntungan melalui fintech. Ini adalah kesempatan yang bagus dimana pengguna di lahan bisnis ini masih sedikit dan masih dianggap trend yang baru berkembang. FinTech sendiri sudah menjadi perhatian tersendiri bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan dikeluarkannya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 77/POJK.01/2016, dimana OJK sesuai dengan segala kewenangannya menyiapkan sejumlah regulasi untuk mengatur dan mengawasi perkembangan jenis usaha sektor jasa keuangan yang menggunakan kemajuan teknologi atau FinTech tersebut terutama tentang layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tentang Kegiatan PopIt Snack® ini, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat memaksimalkan teknologi informasi untuk berkompetisi dengan sehat dan memberikan informasi yang lebih cepat.

 

 

 

Tentang Indonesian Bankers Club
Indonesian Banker Club merupakan bankers maupun ex-bankers dari seluruh Indonesia, bersifat terbuka, lintas bank, provinsi, dan mengusung persaudaraan. Sejarah terbentuknya Perkumpulan/ Asosiasi Indonesian Bankers Club (IBC) yaitu di dasari adanya keinginan Founder Bpk. Mohamad Yusup Yogi untuk memiliki wadah berdiskusi secara online maupun offline (tatap muka) secara regular antar bankir di Indonesia dalam rangka pertukaran informasi, kolaborasi, peningkatan kualitas individu maupun kemampuan professional para bankir. Awal mulanya, konektivitas antar bankir ini sudah terjalin secara tidak langsung di media sosial Linkedin, yakni sebuah situs jejaring sosial yang digunakan oleh para profesional dari berbagai latar belakang profesi dan bisnis di seluruh dunia. Saat ini tujuan IBC yaitu bukan hanya sekedar menjadi wadah bagi para bankir dan mantan bankir di Indonesia untuk mewujudkan semangat persatuan dan kesatuan dalam berorganisasi/ berkomunitas namun juga sebagai tempat untuk berkolaborasi antar anggota IBC sendiri maupun dengan asosiasi/ komunitas/ pihak lain yang sudah terkoneksi dengan IBC. Kedepan IBC diharapkan dapat menjadi forum diskusi online maupun offline antar anggota dengan tujuan saling membantu dalam hal kebaikan dan juga saling memberikan informasi terkini mengenai dunia perbankan/ lembaga keuangan. Beberapa diskusi yang sudah sering terjadi di IBC yaitu terkait lowongan pekerjaan di Perbankan/ Lembaga Keuangan, refferal bisnis, sharing dari para senior bankir maupun ex. bankir serta tips dan saran menghadapi berbagai masalah di lembaga keuangan masing-masing anggota.

Tentang SamaKita
Samakita termasuk salah satu Finansial Teknologi (FinTek) di Indonesia yang menjalankan P2P lending atau mempertemukan pemberi pinjaman dana dengan peminjam dana secara online.FinTek yang beralamat di Gedung NBC jalan Smapala kp.Babakan No.9, Keluran Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Tanggerang Selatan ini berada di bawah PT. Sejahtera Sama Kita, Fintek ini telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak Tanggal 28 November 2018. Produk utama platform ini adalah memberikan pinjaman khusus pekerja/pegawai yang perusahaannya telah menjadi mitra Samakita dan pinjaman khusus UMKM, Samakita mempunyai tujuan memberikan kesejahteraan kepada peminjam maupun pemberi pinjaman.

Tentang PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya
PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya adalah perusahaan produsen makanan ringan dalam kemasan, dengan merek dagang PopIt Snack®. Saat ini konsentrasi untuk memproduksi makanan ringan dari hasil olah pangan jagung dengan merek dagang PopIt Snack®.

For immediately contact Public Relation Officer in charge

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya  | press@popitsnack.com

###

for immediately publish and release

IKLAN