0

Cart

PopIt Snack® Berpartisipasi dalam BEKRAF BISMA Bigger Banjarmasin

Banjarmasin 02 November 2018, untuk Segera Dipublikasikan. – BEKRAF Information System in Mobile Application (BISMA) merupakan platform unggulan bagi pelaku kreatif untuk mendaftarkan diri ke data base resmi Badan Ekonomi Kreatif melalui aplikasi Android dan website BISMA. Direktur Riset dan Pengembangan BEKRAF sesaat membuka acara, Bapak Wawan Rusiawan, menuturkan database usaha kreatif sangat diperlukan untuk komunikasi dua arah dengan para pelaku agar bisa menangkap masalah, menerima masukan, dan memetakan lebih akurat tentang kondisi usaha kreatif terkini.

Bapak Dr Ir Wawan Rusiawan MM (Direktur Riset dan Pengembangan), Bapak Sappe MP Sirait SSTP MSi (Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri), (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan) Bapak Drs H Dahnial Kifli MAP, Bapak Maman Rahmawan SSTP MSi (Kepala Sub Direktorat Informasi dan Pengolahan Data BISMA) membuka acara dan meresmikan BISMA Goes to Get Member (Bigger) Banjarmasin.

Pendukung acara untuk sesi Creative Talk hingga Master Class pada acara Bigger Banjarmasin adalah Ibu Chyntia Ramlan (Founder Binnian), Bapak Ilham Pinastiko (founder PALA Nusantara), Bapak Fransiscus (founder PopIt Snack® – peserta FSI 2018), Bapak Sugeng Untung (Desainer Produk dan Kriya), dan Bapak Harjono Sukarno (Direktur PMBT Ventura).

Sehingga dapat menyusun kebijakan lebih efektif dan efisien untuk pengembangan bisnis kreatif,” ujar Wawan Rusiawan usai membuka BISMA Goes to Get Member (Bigger) di Hotel Golden Tulip Galaxy, Banjarmasin. Wawan mengakui database usaha kreatif masih sangat minim sehingga banyak pelaku ekonomi kreatif kesulitan mengembangkan karyanya. Menurut dia, para pelaku dari 16 sub-sektor yang terdaftar di BEKRAF perlu mendorong BISMA bukan sekedar aplikasi milik pemerintah saja, tapi sebagai wahana bersama pelaku kreatif memajukan perkembangan usahanya.

Dari sekitar 30.153 pelaku ekonomi kreatif di Kalsel yang terdata oleh Badan Pusat Statistik (BPS), baru sekitar 159 pelaku usaha kreatif yang menjadi member BISMA. Dengan kehadiran BEKRAF di Banjarmasin sekarang, kami harapkan bisa menjadi pemacu makin meningkatnya jumlah member BISMA di Banua kedepannya,” jelasnya.

Cynthia Ramlan, fashion designer asli orang Banua, menyatakan, sebuah keuntungan bagi pemula atau start up mengikuti even ini. “Sangat membantu dalam mempromosikan dan menjual, apalagi banyak program pemerintah, semoga ekonomi kreatif Kalsel bisa bersaing secara real seiring dengan kualitas produk yang dijual,” tandasnya.

Lewat BISMA, ia berkata pelaku usaha memiliki jejaring dan memperoleh kesempatan mendapat fasilitasi dan dukungan bagi pengembangan usahanya dari BEKRAF. Itu sebabnya, BEKRAF mengadakan kegiatan temu BISMA dengan para pelaku sebagai ruang saling bertemu dan berjejaring.

Bapak Fransiscus founder dari PopIt Snack® yang juga salah satu peserta yang terkurasi Food Statup Indonesia 2018 mengatakan, “Setelah bergabung dengan BISMA dan keluarga BEKRAF, hanya memerlukan waktu 3-4 bulan saja, produk kami dapat dibantu dipromosikan ke 10 Kota di Indonesia lewat Food Startup Indonesia. Semua informasi saya dapat dari applikasi BISMA, pengguna dapat mengikuti berbagai agenda yang di selenggarakan oleh BEKRAF dan mendapat notifikasi langsung dari smartphone mereka. Mendapat informasi penting lain menjadi sangat mudah lewat BISMA.

Wawan Rusiawan mengklaim ada 300 pelaku ekraf (ekonomi kreatif) di Banjarmasin menghadiri acara. Wawan berharap pertemuan ini bisa mendukung komunikasi dua arah antara pelaku ekonomi kreatif dari 16 subsektor dengan BEKRAF. Sebab, memudahkan pemerintah menangkap masalah, memonitoring perkembangan usaha serta menerima saran seputar ekonomi kreatif. “Pelaku ekonomi kreatif yang terdaftar di BISMA akan mendapatkan kesempatan untuk difasilitasi atau mendapat pendukungan oleh BEKRAF dalam mengembangkan usaha kreatif mereka,” ucap Wawan.

Acara yang diselenggarakan oleh BEKRAF, BISMA Goes to Get Member (Bigger) Banjarmasin ini semoga dapat membantu para peserta ekonomi kreatif untuk dapat saling berkolaborasi satu dengan lainnya. Membuka wawasan, saling bertukar informasi, dan yang terpenting adalah memajukan perekonomian di Indonesia dengan mengusung nilai nilai kreatif yang dapat membanggakan Indonesia dan daerahnya masing – masing.“, tutur Bapak Fransiscus founder PopIt Snack®.

Tentang Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), dijelaskan, adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Saat ini, Kepala Bekraf dijabat oleh Triawan Munaf. Bekraf mempunyai tugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, dan televisi dan radio.

Pelaku ekonomi kreatif terdaftar di BISMA lebih mudah mendapatkan kesempatan untuk difasilitasi atau mendapatkan dukungan BEKRAF dalam pengembangan usaha kreatif mereka,”terang Wawan. Berdasarkan hasil survei khusus ekonomi keratif Badan Pusat Statistik dan BEKRAF tahun 2016, jelas dia, produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif tercatat Rp922,59 triliun. “Angka ini meningkat 4,95 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan unit usaha kreatif berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 ubntuk KBLI ekonomi kreatif sebanyak 8.203.826 usaha.” terang Wawan Rusiawan MM sebagai Direktur Riset dan Pengembangan BEKRAF.

Nama BISMA sendiri diambil dari kata Bhishma, adalah salah satu tokoh utama dalam wiracarita Mahabharata. Bisma sering dianggap sebagai contoh yang bagus dari pengabdian dan pengorbanan. Sebuah simbol kebenaran dan tugas. Lalu, kenapa pelaku ekonomi kreatif harus bergabung dalam aplikasi ini?

Be Updated, Informasi dan agenda terkini seputar dunia Kreatif Indonesia.

Be Supported, Usaha Kreatif akan menjadi prioritas penerima bantuan investasi dan program BEKRAF.

Be Integrated, Usaha Kreatif akan terintegrasi dalam sistem database Bekraf, sekaligus terhubung dengan jejaring Usaha Kreatif dan investor terbesar di Indonesia.

Be Engaged, Usaha Kreatif bisa terlibat langsung memberi masukan melalui survei untuk membuat kebijakan signifikan bagi pengembangan industri kreatif di Indonesia.

Be Marketed, Tersedia etalase untuk memasarkan usaha kreatif sekaligus mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan investor.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tentang Kegiatan PopIt Snack® ini, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat memaksimalkan teknologi informasi untuk berkompetisi dengan sehat dan memberikan informasi yang lebih cepat.

 

 

 

Tentang Badan Ekonomi Kreatif
Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pariwisata. Badan Ekonomi Kreatif merupakan badan yang pertama kali dibentuk oleh Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015. Semula urusan ekonomi kreatif menjadi bagian dari Kementerian Pariwasata dan Ekonomi Kreatif yang dibentuk pada Kabinet Indonesia Bersatu II tahun 2011 sampai 2014. Saat ini Kepala Badan Ekonomi Kreatif dijabat oleh Triawan Munaf.

Tentang Food Startup Indonesia
Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menginisiasi Food Startup Indonesia (FSI) bekerjasama dengan Food Lab Indonesia, sebagai akselerator dan inkubator usaha rintisan kategori kuliner. Tujuan Food Startup Indonesia adalah untuk meningkatkan subsektor kuliner dengan menghubungkan perusahaan rintisan (startup) kuliner kepada ekosistem kuliner terpadu serta meningkatkan akses permodalan non perbankan. Persyaratan mendaftar Food Startup Indonesia (FSI) yaitu usaha kuliner telah berusia satu hingga tiga tahun, memiliki kebutuhan pendanaan tahap awal maupun berkembang, memiliki inovasi, berbasis teknologi, dan memiliki dampak sosial. Para startup kuliner Indonesia yang ingin berpartisipasi pada ekosistem FSI bisa mendaftar secara online melalui platform ini di www.foodstartupindonesia.com.

Tentang Benang Merah Komunikasi
Benang Merah Komunikasi berusaha untuk menjadi pemimpin global dalam solusi media digital dan pemasaran digital di era MEA (MAsyarakat Ekonomi ASEAN) pada tahun 2018 dan telah dimulai sejak awal 2015, terutama di Indonesia. Benang Merah Komunikasi berharap bisa memberi pelanggan sesuatu untuk menciptakan terobosan konten digital, menyebar di media dan layanan, mengukur dan mengoptimalkan dari waktu ke waktu, dan mencapai kesuksesan bisnis yang lebih besar. Mereka membantu pelanggan membuat, mengelola, mempromosikan, dan memonetisasi konten mereka di setiap saluran dan tampilan. Benang Merah Komunikasi adalah wiraswasta kreatif dan ahli strategi kreatif yang bekerja dengan merek, institusi, dan lembaga yang berpikiran maju. Didirikan pada tahun 2002 oleh Fransiscus dan berbasis di Bandung, Jawa Barat – Indonesia, Benang Merah Komunikasi beroperasi di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.duniabenangmerah.com.

Tentang Mandiri Tunggal Sejahtera
Mandiri Tunggal Sejahtera adalah perusahaan produsen makanan ringan dalam kemasan, dengan merek dagang PopIt Snack®. Saat ini konsentrasi untuk memproduksi makanan ringan dari hasil olah pangan jagung dengan merek dagang PopIt Snack®.

For immediately contact Public Relation Officer in charge

Mandiri Tunggal Sejahtera  | press@popitsnack.com

###

for immediately publish and release

IKLAN