fbpx

Header Gambar untuk Press Release PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya dengan Brand PopIt Snack Mengikuti Undangan Program kreatIPO Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

PopIt Snack® Diundang Mengikuti Program KREATIPO Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia

Kota Bandung 18 September 2020, untuk segera dipublikasikan. – Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus menggalakan sosialisasi daring Initial Public Offering (IPO) melalui Webinar KreatIPO bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu para pengusaha di sektor parekraf untuk mengembangkan perusahaannya melalui pasar modal Indonesia serta menjangkau investor yang lebih luas. Kali ini Kemenparekraf menyelenggarakan program kreatIPO secara offline dan online untuk publik di Jawa Barat, tepatnya di Hotel Hilton Bandung.

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya sebagai mitra binaan dari Kemenparekraf dan juga sebagai pelaku ekonomi kreatif yang terdaftar dipemerintahan, menyambut baik atas keberlangsungan acara ini. Pihak penyelenggara sangat memperhatikan protokol kesehatan sebagaimana yang telah digaungkan dalam sosialisasi menuju era adaptasi kebiasaan baru. Para peserta dan tamu undangan diwajibkan melakukan rapid test yang difasilitasi oleh Kemenparekraf bersama Dinas Kesehatan Kota Bandung, untuk mencegah penularan COVID-19 dan memastikan partisipan yang terlibat tidak menjadi pembawa atau menularkan virus corona. Untuk kesempatan ini, undangan atas nama perusahaan akan diwakili oleh direktur utama PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya dalam kesempatan program kreatIPO yang diadakan oleh pihak penyelenggara.

Fransiscus sebagai direktur utama perusahaan, mengatakan bahwa, “Generasi milenial dan Z saat ini sudah melek internet dan informasi. Mereka sangat paham dibandingkan saya dahulu saat seusia dengan mereka. Perusahaan pun harus mencerminkan keterbukaan informasi sejak dini dan juga menunaikan semua persyaratan teknis dan non-teknis ketika perusahaan memutuskan untuk menerbitkan saham ke publik melalui bursa efek nanti. Ini akan menjadi histori digital, dimana perusahaan langkah demi langkah melalui tahapan, tidak secara instan, tapi bertahap! Dan akan memacu para pelaku ekonomi kreatif lainnya, kalau boleh saya sebut, sebagai UMKM, yang konotasinya direndahkan apabila ingin terlibat dalam bursa efek. Suatu hari nanti akan kami tepis, bahwa anggapan itu tidak benar, kami melaluinya dari nol.

Kota Bandung merupakan salah satu barometer industri kreatif di Indonesia, bahkan ASEAN. Hal itu berkat beragam produk kreatif yang lahir di Kota Bandung. Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Faisal Abdullah, saat Rakornas Survey dan Pemetaan Peningkatan Kreativitas Pemuda, di Jakarta, Kamis (2/5), mengatakan kreativitas juga muncul di bidang pertanian yang dikolaborasikan dengan IT. Sehingga muncul start up yang mewadahi para petani rempah-rempah, yang hasil pertaniannya diolah menjadi bumbu atau obat yang dibantu oleh perkembangan teknologi.  “Hal baru ini di Kota Bandung sudah mulai, ide dari para pemuda di Digital Innovation Longe (Dilo) atau kampung start up yang diinisasi oleh Telkom,” ujarnya.  Kini pihaknya tengah mensurvei dan pemetaan kreativitas pemuda di seluruh Indonesia. Terutama dalam menyamakan persepsi antara pusat dan kewilayahan akan konsep industri kreatif sendiri.

Jauh hari yang lalu sebelum pandemi ini, perusahaan pernah mendapatkan sosialisasi dan kelas secara tertutup di IDX kantor perwakilan Jawa Barat. Kami telah sedikit demi sedikit melakukan pekerjaan rumah kami, dikesempatan ini saya akan mencoba untuk bertanya secara langsung atas studi kasus dari pekerjaan rumah yang sudah kami lalui. Untuk itu, dari berbagai partisipan dan narasumber kiranya dapat memberikan tanggapan dan solusi. Satu kebanggaan apabila kami yang juga binaan dari Kemenparekraf disuatu hari kelak kami dapat menyematkan diri dalam papan akselerasi di bursa efek indonesia.“, papar Fransiscus saat akan mengikuti acara kreatIPO Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Bandung.

Acara yang digelar dengan menggunakan dua metode yaitu lewat temu langsung dengan para pelaku bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bandung dan via daring yang menghadirkan narasumber dan para pelaku usaha yang tidak bisa hadir ke tempat tersebut. KreatiPO merupakan sosialisasi penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) bertujuan memperkenalkan Pasar Modal dan mendorong pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia melalui skema melantai di bursa saham. Acara ini juga didukung Bursa Efek Indonesia (BEI) mengadakan KreatIPO. Sosialisasi ini diharapkan bisa membantu para pengusaha parekraf untuk melirik IPO sebagai salah satu alternatif untuk lebih mengembangkan sekaligus menguatkan perusahaannya lewat mengumpulkan modal lebih besar lewat penjualan saham kepada publik. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo, yang hadir secara langsung menegaskan topik utama sosialisasi ini terkait dengan peranan dari IPO untuk lebih menguatkan bisnis Parekraf di Jawa Barat. “Jangan sampai terulang kembali kejadian para startup di sektor ini tumbang karena tidak memiliki modal yang kuat. Karena 90 persen start up di Indonesia pasti tumbang,” kata Fadjar dalam acara sosialisasi KreatIPO di kota Bandung Jawa barat, Jumat (18/9/2020).

Sementara itu Kepala IDX Incubator Jawa Barat, Achmad Dirgantara, memaparkan pasar modal tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan besar. Namun juga sebagai sarana yang dapat dimanfaatkan oleh semua jenis perusahaan konvensional termasuk di dalamnya pelaku usaha parekraf yang ingin tumbuh menjadi besar. “Perusahaan akan mendapatkan suntikan modal dengan menjual sebagian kepemilikannya kepada publik, lalu akan dimonitor oleh regulator dan media massa. Sehingga sosial kontrolnya tinggi. Selain itu, perusahaan akan dipaksa untuk menerapkan tata kelola yang baik dan akan dituntut untuk bekerja lebih keras, sehingga perusahaan kita bisa memberikan return kepada para investor kita,” ungkap Achmad lewat daring.

Dalam acara KreatIPO kali ini, dihadirkan juga salah satu perusahaan yang sukses dalam menjual sahamnya di BEI Yaitu PT Chitose Internasional Tbk. Direktur perusahaan yang berkode emiten CINT , Fadjar Swatyas mengatakan perusahannya adalah perusahaan yang membuat kursi lipat dan furniture lainnya. Perusahannya melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia pada Juni 2014. Perusahaan yang berpusat di di Cimahi, Jawa Barat tersebut menyebutkan dana yang terkumpul di IPO telah dialokasikan untuk mendirikan fasilitas produksi baru, yang terdiri dari belanja pembelian tanah, lalu pembangunan pabrik baru, pembelian mesin dan alat pabrik, lalu pembangunan flagshipshop serta alokasi modal kerja R&D. Karena itu Fadjar sangat menyarankan untuk para pelaku usahan Parekraf jika ingin mengembangkan dan memperkuat bisnisnya lebih baik masuk ke bursa saham.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber lain yaitu Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Ahmad Rekotomo, Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf Hanifah, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Hadi Taufik, Head of Invesment Banking MNC Sekuritas Hadi Pranggono, , dan pakar ekonomi Ki DR Saur Pandjaitan XIII.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tentang Kegiatan PopIt Snack® ini, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat memaksimalkan teknologi informasi untuk berkompetisi dengan sehat dan memberikan informasi yang lebih cepat.

 

 

 

 

 

Tentang Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia atau disingkat Kemenparekraf RI adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan kepariwisataan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipimpin oleh seorang Menteri Pariwisata (Menparekraf) yang sejak tanggal 23 Oktober 2019 dijabat oleh Wishnutama.

Tentang Indonesia Stock Exchange (IDX)
Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem juga sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka. Bursa Efek Indonesia merupakan bursa hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES). Demi efektivitas operasional dan transaksi, Pemerintah memutuskan untuk menggabung Bursa Efek Jakarta sebagai pasar saham dengan Bursa Efek Surabaya sebagai pasar obligasi dan derivatif menjadi BEI. Bursa hasil penggabungan ini mulai beroperasi pada 1 Desember 2007. BEI menggunakan sistem perdagangan bernama Jakarta Automated Trading System (JATS) sejak 22 Mei 1995, menggantikan sistem manual yang digunakan sebelumnya. Sejak 2 Maret 2009 sistem JATS ini sendiri telah digantikan dengan sistem baru bernama JATS-NextG. Bursa Efek Indonesia juga memiliki visi dan misi untuk mencapai tujuan perusahaan. Visi Bursa Efek Indonesia adalah untuk menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia, dengan misi yaitu menyediakan infrastruktur untuk mendukung terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien serta mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders)

Tentang PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya
PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya adalah perusahaan produsen makanan ringan dalam kemasan, dengan merek dagang PopIt Snack®. Saat ini konsentrasi untuk memproduksi makanan ringan dari hasil olah pangan jagung dengan merek dagang PopIt Snack®.

For immediately contact Public Relation Officer in charge

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya  | [email protected]

###

for immediately publish and release

IKLAN