Cart

PopIt Snack® Diundang Mengikuti Sosialisasi Sejahtera Akan Kepatuhan Perusahaan oleh BPJS Ketenagakerjaan Bandung

Bandung 19 September 2019, untuk segera dipublikasikan. – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum beberapa saat yang lalu pernah menyatakan, perlindungan ketenagakerjaan perlu didorong untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja, baik pekerja formal atau penerima upah maupun pekerja informal atau bukan penerima upah via jaminan sosial ketenagakerjaan. Maka itu, Uu mengapresiasi Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau Paritrana Award 2019. Menurut dia, program tersebut mampu meningkatkan kepedulian semua pihak, baik pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Terutama yang berada di lingkup Pemerintahan Daerah yang telah mendapatkan honor, insentif untuk didorong menjadi peserta sehingga apabila terjadi risiko sosial pekerja tidak kehilangan peluang manfaat perlindungan,” ucap Uu saat menghadiri Sosialisasi Penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan 2019-BPJS Ketenagakerjaan di Hotel Hilton, Kota Bandung, Selasa 10 September 2019. Uu juga mengatakan, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaa di Jabar belum 100 persen. Masih ada pekerja formal maupun informal yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Oleh karena itu, Uu mengajak seluruh stakeholder untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Jabar. Sebab, kata dia, meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para pekerja adalah tugas bersama. Saat ini, ada 20,9 juta penduduk Jabar yang bekerja. Rinciannya, 10,8 juta pekerja formal dan 10,1 juta pekerja informal. “Jumlah tersebut adalah jumlah pekerja Jawa Barat yang harus mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Uu. “Saat ini terdapat 50 persen pekerja formal atau setara 5 juta pekerja yang mendapat jaminan sosial, sementara sektor informal atau bukan penerima upah terdapat 95 persen atau setara 9,5 juta pekerja yang sudah mendapat jaminan sosial,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Uu menyebut bahwa Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar memiliki peran dalam aspek regulasi. Salah satunya adalah membuat kebijakan dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian semua pihak akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Sedangkan, perusahaan harus mematuhi regulasi yang berlaku.

Tertanggal 19 September 2019 bertempat di El Royale Hotel, Kawasan Merdeka, Kota Bandung. BPJS Ketenagakerjaan mengadakan acara Sosialisasi Sejahtera Dalam Rangka Peningkatan Pemahaman Manfaat Program dan Kepatuhan Perusahaan Peserta BPJS Ketenagakerjaan. PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya mendapat undangan secara resmi oleh BPJS Ketenagakerjaan dengan nomor surat B/17606/092019 perihal Undangan Sosialisasi Sejahtera Bersama BPJS Ketenagaekerjaan. PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya mengutus dan memberikan mandat kepada Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis untuk menghadiri acara sosialisasi tersebut.

Acara seperti ini penting, selain menambah ilmu pengetahuan mengenai regulasi tentang ketenagakerjaan, juga menambah relasi baru dalam bersosialisasi antar perusahaan. Peserta undangan adalah perserta yang terdaftar secara resmi dalam database BPJS Ketenagakerjaan, artinya perserta tersebut sudah melakukan wujud nyata kepatuhan perusahaan dalam memberikan hak dan kewajiban para pekerjanya. Dalam hal ini saya akan mengutus Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Ibu Nur Aida untuk mengikuti rangkaian acara tersebut. Saya tidak dapat hadir karena disaat bersamaan ada undangan dari Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi untuk kegiatan Technical Meeting. Peran Ibu Nur Aida akan menjadi jembatan antara informasi untuk bagian human resource dan juga networking antar perusahaan.“, papar Direktur Utama PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Bapak Fransiscus.

Sosialisasi program yang akan terus menerus dilakukan secara berkala oleh BPJS Ketenagakerjaan tersebut dilatarbelakangi oleh masih adanya pemberi kerja yang baru mendaftarkan sebagian pekerjanya atau sebagian upahnya, serta masih adanya pemberi kerja yang belum tertib administrasi. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) menjadi satu kesatuan yang erat kaitanya dengan tenaga kerja. Oleh karena itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja. Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI, Kartini Rustandi pernah mengatakan, pihaknya bersama BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan kementerian terkait terus membahas guna mengidentifikasi penyakit (Pekerja memiliki potensi yang besar terpapar bahaya saat bekerja, seperti penyakit akibat kerja dan kecelakaan saat bekerja. Data Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) menyebutkan, dalam tiga tahun terakhir, risiko kecelakaan kerja cenderung meningkat. Pada tahun 2015, jumlah kecelakaan kerja mencapai 110.285 kasus. Sebanyak 105.182 kasus kecelakaan kerja terjadi di tahun 2016, dan jumlah kecelakaan kerja tersebut kembali meningkat pada 2017 menjadi 123.000 kasus. kerja dan kecelakaan saat bekerja. – Red) akibat kerja dan kecelakaan saat bekerja.

Perusahaan juga telah menerapkan standarisasi operasional perusahaan, antara lain penerapan 5R dan K3 dalam bekerja. Harapan perusahaan dengan mengikuti acara sosialisasi ini akan memperkaya perbendaharaan informasi mengenai tanggung jawab perusahaan kepada pekerjanya.“, jelas Ibu Nur Aida ketika dihubungi disela sela acara Sosialisasi Sejahtera oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tentang Kegiatan PopIt Snack® ini, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat memaksimalkan teknologi informasi untuk berkompetisi dengan sehat dan memberikan informasi yang lebih cepat.

Tentang BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) merupakan program publik yang memberikan perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi risiko sosial ekonomi tertentu dan penyelenggaraan nya menggunakan mekanisme asuransi sosial. Sebagai Lembaga Negara yang bergerak dalam bidang asuransi sosial BPJS Ketenagakerjaan yang dahulu bernama PT Jamsostek (Persero) merupakan pelaksana undang-undang jaminan sosial tenaga kerja. BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya bernama Jamsostek (jaminan sosial tenaga kerja), yang dikelola oleh PT. Jamsostek (Persero), namun sesuai UU No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS, PT. Jamsostek berubah menjadi BPJS Ketenagakerjaan sejak tanggal 1 Januari 2014. BPJS Kesehatan dahulu bernama Askes bersama BPJS Ketenagakerjaan merupakan program pemerintah dalam kesatuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diresmikan pada tanggal 31 Desember 2013. Untuk BPJS Kesehatan mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari 2014, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan mulai beroperasi sejak 1 Juli 2015.

Tentang PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya
PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya adalah perusahaan produsen makanan ringan dalam kemasan, dengan merek dagang PopIt Snack®. Saat ini konsentrasi untuk memproduksi makanan ringan dari hasil olah pangan jagung dengan merek dagang PopIt Snack®.

For immediately contact Public Relation Officer in charge

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya  | press@popitsnack.com

###

for immediately publish and release

IKLAN