fbpx

Header Gambar untuk Press Release PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya Diundang Mengikuti Seminar Online Startup Merdeka di Era Pandemi Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia Kemenristek

PopIt Snack® Diundang Mengikuti Webinar Startup Merdeka di Era Pandemi dari Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/ BRIN) Republik Indonesia

Kabupaten Bandung 27 Agustus 2020, untuk segera dipublikasikan. – Merespon surat undangan dari Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia dengan nomor suratB/ 73 /F4/PI.02/2020. PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya sebagai salah satu tenant dari program PPBT 2019 mengikuti undangan melalui applikasi Zoom sebagai salah satu partisipan.

Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) telah melakukan upaya dalam menciptakan ekosistem inovasi yang kondusif dengan mendukung hilirisasi produk inovasi di Indonesia serta tumbuh dan berkembangnya startup yang mandiri dan berkelanjutan melalui program Startup Inovasi Indonesia. Namun, di era pandemi covid-19 ini upaya tersebut menjadi suatu tantangan yang berat, terutama bagi startup itu sendiri. Oleh karena itu, Kemenristek/BRIN berupaya mendukung startup untuk tetap terus berkembang di masa pandemi melalui kegiatan webinar “Startup Merdeka di Era Pandemi”. Webinar ini merupakan salah satu strategi dan upaya Kemenristek/BRIN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi startup di era pandemi.

Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan ada sepuluh tren teknologi yang menjadi peluang baru bagi perusahan rintisan atau startup Indonesia di tengah kenormalan baru akibat pandemi Covid-19. “Sepuluh tren teknologi ini tidak hanya akan terjadi selama masa darurat wabah Covid-19 namun diperkirakan menjadi masa depan baru atau new future bagi Indonesia dan dunia,” kata Bambang melalui keterangan resmi, Jakarta, pada Sabtu (13/6/2020). Bambang menerangkan sepuluh tren teknologi itu mencakup belanja daring, pembayaran digital, teleworking (work from home), telemedicine, tele-education and training, hiburan daring, rantai pasokan atau supply chain 4.0, 3D printing, robot dan drone, serta teknologi 5G dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Memulai usaha rintisan (start-up) di kala pandemi bukanlah hal yang tidak mungkin, asalkan mampu memproyeksikan bisnis yang dirintis dapat berlangsung lama (sustainable). Pandemi covid-19 yang melanda tidak hanya menimbulkan ancaman namun juga memberikan peluang bagi sejumlah sektor bisnis. Salah satu yang menangguk peluang besar di era pandemi itu adalah sektor-sektor bisnis terkait daring atau online. Popularitas sektor edutech tidak akan berhenti di era pandemi, mengingat bisnis di industri ini akan terus berkembang dalam kondisi pandemi di mana masyarakat dipaksa untuk berinteraksi dengan teknologi.

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya saat ini tengah mengembangan beberapa differensiasi dan metoda baru untuk bertahan di era pandemi ini. Seperti yang dikatakan Bapak Sandiaga Uno pada kesempatan kali ini, impact! Bagaimana perusahaan dapat sejalan dengan consumer behavior yang saat ini sedang berjalan di dalam experiencenya di digitalisasi, mengefisiensikan, dan juga memastikan bahwa produk atau jasa yang ditawarkan merupakan demand dari konsumen.“, jelas Fransiscus Direktur Utama PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya.

Wabah pandemi corona (COVID-19) membuat pemenuhan target pendanaan infrastruktur yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) ke depan akan menjadi lebih berat. Pemerintah berharap partisipasi BUMN dan swasta dalam pendanaan infrastruktur lima tahun ke depan.

Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Brahmantyo Isdijoso menyebutkan, pemerintah melalui diperkirakan hanya mampu memenuhi 37% kebutuhan pendanaan infrastruktur. Sisanya dari BUMN dan swasta. Situasi pandemi ini berdampak serius pada salah satu sektor perekonomian di Indonesia, yakni sektor UMKM. Banyak perusahaan kecil, menengah maupun besar yang akhirnya terpaksa menutup usahanya untuk sementara. Padahal, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang sangat strategis dalam perekonomian Indonesia. Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia tahun 2018 menunjukkan UMKM di Indonesia dapat menyerap 97% dari total penyerapan tenaga kerja, 89% di antaranya ada di sektor mikro, dan menyumbang 60% terhadap Produk Domestik bruto (Kemenkop dan UMKM, 2018).

Dilangsir dari Kementrian Koperasi dan UMKM, terdapat 37.000 UMKM yang mengalami dampak sangat serius dengan adanya pandemi ini. Dampak tersebut yakni sekitar 56% mengalami penurunan penjualan, 22 % mengalami permasalahan pada aspek pembiayaan, 15 % mengalami masalah distribusi barang, dan 4 % mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku. Salah satu permasalahan yang dianggap cukup penting tersebut yakni masalah pembiayaan. Umumnya para pelaku UMKM yang hendak mengakses pinjaman melalui bank, harus memiliki salah satu komponen penting, yaitu agunan. Tidak adanya agunan ini mengakibatkan para pelaku UMKM ini menjadi kesulitan untuk memperoleh modal. Selain itu di era pandemi saat ini masyarakat diharuskan PSBB atau dianjurkan untuk tidak keluar rumah, sehingga akan mengalami kesulitan dalam peminjaman modal atau pembiayaan usaha UMKM kepada lembaga keuangan terkait.

Oleh karena itu diperlukan suatu alternatif pembiayaan didital dalam mengatasi permasalahan tersebut. Alternatif yang dimaksud yakni Fintech Equity Crowdfunding. Fintech Equity Crowdfunding merupakan suatu model Platfrom Crowdfunding dalam memberikan pembiayaan kepada UMKM dengan konsep Equity Based yang memungkinkan para pelaku usaha UMKM mendapatkan pembiayaan secara mudah, aman, efektif dan efisien. Dimana pada platform Fintech Equity Crowdfunding ini nantinya dapat melakukan pembayaran, peminjaman (lending), pembiayaan (crowdfunding), investasi, perencanaan keuangan (personal finance), dan juga riset keuangan. Financial Technology merupakan suatu inovasi dalam bidang jasa keuangan. Financial technology ini menggunakan sistem peer to peer lending (P2PL) yang merupakan suatu platform dengan sentuhan teknologi modern dimana nantinya dapat pinjaman modal atau pembiayaan secara online serta melakukan transaksi pembayaran jarak jauh dengan yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja.

Financial technology yang dikolaborasikan dengan layanan keuangan crowdfunding dapat melakukan investasi sekaligus memperoleh dana atau menerima investor yang berasal dari seluruh dunia yang nantinya memberikan pembiayaan kepada UMKM, sebab dengan adanya platform ini nantinya dapat melakukan transfer uang secara internasional (Rizal dkk, 2020).

Crowdfunding dapat memberi akses kepada orang-orang dalam jangkauan dan kelompok yang lebih besar. Crowdfunding juga dapat menjaring dan mengumpulkan uang dari masyarakat secara luas dengan menggunakan platform online. Crowdfunding menggunakan teknologi web dan sistem pembayaran secara online yang ada untuk memfasilitasi transaksi antara peminjam dana dan pemberi dana. Crowdfunding memiliki empat karakteristik, yaitu modal (equity), pinjaman (lending), hadiah (reward-based), dan donasi(donation). Crowdfunding menawarkan alternatif memperoleh dana tanpa perantara berstandar khusus seperti peminjaman di lembaga keuangan yang mengharuskan persyaratan analisis 5C’s of credit bank.

Sistem kerja Fintech Crowdfunding model equity based ini pada dasarnya sama seperti investasi pada umumnya, dimana investor nantinya dapat memberikan pembiayaan kepada pelaku UMKM. Debitur dapat mengajukan pembiayaan melalui platform Fintech Equity Crowdfunding, selanjutnya platform tersebut mencari investor yang membuthkan wadah investasi. Investor dapat menyetorkan modalnya untuk diinvestasikan. Imbalan yang diberikan kepada investor tersebut yakni berupa kepemilikan saham atas pembiayaan yang diberikan pada UMKM. Equity crowdfunding mempunyai kelebihan yakni dapat melakukan penawaran perdana layaknya bursa efek dengan tingkat kerumitan yang rendah. Selain itu, equity crowdfunding memiliki nilai imbal hasil yang variatif dan didalam platform ini, dana investor yang telah disetorkan bisa dikembalikan jika tidak mencapai hasil yang diharapkan.

Dengan begitu, kehadiran Fintech Crowdfunding model equity based memberikan kemudahan bagi nasabah dan bagi investor yakni dapat mengakses layanan financial untuk dapat berinvestasi dan membantu permodalan UMKM melalui ponsel atau laptop dan nantinya mendapat imbalan berupa kepemilikan saham. Kehadiran Fintech Crowdfunding model equity based bagi UMKM yakni dapat menjadikan UMKM lebih berkembang sebab tidak lagi mengalami kesulitan dalam pembiayaan untuk kegiatan usaha. Selain itu adanya teknologi ini telah menjadikan layanan keuangan menjadi lebih murah, cepat, dan mudah yang sulit diperoleh ketika pelaku UMKM meminjam modal kepada lembaga keuangan seperti bank. Sehingga penerapan manajemen keuangan pembiayaan UMKM akan lebih terstruktur dan dapat menjadi solusi bagi pengembangan usaha UMKM di masa mendatang.

Panelis dan narasumber dari kegiatan webinar “Startup Merdeka di Era Pandemi” adalah, Bapak Jumain Appe sebagai PLT. Deputi Penguatan Innovasi Kemenristek/BRIN, Bapak Sandiaga Uno Founder Innotek Foundation, Bapak Jefri R. Sirait Direktur Utama Astra Mitra Ventura, Bapak Adrian A. Gunadi Sebagai Staff Khusus Kementrian dan juga sebagai CEO Investree, Ibu Utari Octavianty, Bapak Sebastian Wijaya sebagai Co-founder dari WIN Venture.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tentang Kegiatan PopIt Snack® pada kegiatan acara ini, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat memaksimalkan teknologi informasi untuk berkompetisi dengan sehat dan memberikan informasi yang lebih cepat.

 

 

 

 

Tentang Kementrian Riset dan Teknologi Republik Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (dahulu Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, disingkat Kemenristekdikti) adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang menyelenggarakan urusan di bidang riset, teknologi, dan inovasi. Kementerian Riset dan Teknologi berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.Kemenristek/BRIN dipimpin oleh seorang Menteri Riset dan Teknologi merangkap sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Indonesia (Menristek/Kepala BRIN) yang sejak tanggal 23 Oktober 2019 dijabat oleh Bambang Brodjonegoro. Berdiri sejak tahun 1962 dengan nama Kementerian Urusan Riset Nasional Republik Indonesia, kemudian pada tahun 1973 berubah nama menjadi Menteri Negara Riset. Periode tahun 1986-2001 menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi, dan tahun 2002 sesuai Surat Edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara perihal Penamaan Instansi Pemerintah, Kantor Menteri Negara disebut dengan Kementerian Riset dan Teknologi. Pada tahun 2005, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 institusi ini disebut Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) atau dengan sebutan Kementerian Negara Ristek sebelum kembali berganti nomenklatur sesuai Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 menjadi Kementerian Riset dan Teknologi. Pada tahun 2014 pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi, nomenklatur Kementerian Riset dan Teknologi kembali berubah menjadi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Perubahan ini merupakan konsekuensi dari penggabungan urusan pendidikan tinggi ke kementerian ini yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Lima tahun kemudian di tahun 2019, tanggung jawab bidang Pendidikan Tinggi kembali dibawahi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sehingga berubah kembali menjadi Kementerian Riset dan Teknologi. Selain itu presiden membentuk Badan Riset dan Inovasi Nasional dan dipimpin oleh Menristek.

Tentang Pusat Inkubator Bisnis Oorange Universitas Padjadjaran
Oorange sebagai divisi inkubator Kawasan Sains dan Teknologi Unpad diketuai oleh Ibu Diana Sari, M.Mgt., PhD, Proses inkubasi bisnis di Oorange sendiri meliputi prainkubasi, seleksi, inkubasi, dan pascainkubasi. Pada proses inkubasi, para pelaku usaha diberikan berbagai macam pelatihan pengelolaan keuangan, pemasaran digital, hingga pengelolaan bisnis keberlanjutan. Pihaknya juga menyediakan ruang mentoring bagi para pelaku usaha. Universitas Padjadjaran (UNPAD) merupakan salah satu dari 5 universitas di Indonesia yang memiliki kawasan penelitian. Tidak hanya memajukan penelitian Indonesia, kawasan ini dapat menjadi inspirasi memunculkan usaha baru yang berbasis pendidikan melalui hasil penelitian. Oorange Unpad juga memfasilitasi pembiayaan bagi pelaku usaha. Saat ini, pusat inkubator bisnis UNPAD, Oorange menyediakan sejumlah pembiayaan dari UNPAD, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, hingga dari para mitra Oorange itu sendiri.

Tentang Pusat Inkubator Bisnis STIA LAN Bandung (BiCube)
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara Bandung telah meresmikan Pusat Inkubator bisnis atau Business Incubator Centre (Bicube) pada hari Kamis, tanggal 8 November 2018 yang lalu di Kampus STIA LAN Bandung, Jl Cimandiri 34 – 38 Bandung. Menurut Menteri Negara Koperasi dan UKM No. 81.3/Kep/M.KUKM/VIII/2002 : (a). Inkubasi adalah proses pembinaan bagi Usaha Kecil dan atau pengembangan produk baru yang dilakukan oleh Inkubator Bisnis dalam hal penyediaan sarana dan prasarana usaha, pengembangan usaha dan dukungan manajemen serta teknologi. (b). Inkubator adalah lembaga yang bergerak dalam bidang penyediaan fasilitas dan pengembangan usaha, baik manajemen maupun teknologi bagi Usaha Kecil dan Menengah untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usahanya dan atau pengembangan produk baru agar dapat berkembang menjadi wirausaha yang tangguh dan atau produk baru yang berdaya saing dalam jangka waktu tertentu.

Tentang Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN)
STIA LAN Bandung merupakan salah satu Perguruan Tinggi di bawah naungan Lembaga Administrasi Negara, yang berlokasi terletak di Jalan Cimandiri No. 34-38 Bandung.  STIA LAN Bandung merupakan hasil integrasi dua lembaga pendidikan yaitu Perguruan Tinggi Dinas Ilmu Administrasi Negara (PTDIAN), yang didirikan pada tanggal 24 Desember 1960 berdasarkan Keputusan Menteri Pertama RI Nomor 578 MP/1960, dan Akademi Ilmu Administrasi (AIA), yang berdiri pada tanggal 7 Juli 1964 berdasarkan Keputusan Presidium Kabinet Kerja RI Nomor Aa/C/77/1964. Pengintegrasian kedua lembaga tersebut dituangkan ke dalam Surat Keputusan Direktur LAN Nomor 31/Pend/UP/1967 tertanggal 28 Maret 1967 dengan nama Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA-LAN). Selanjutnya STIA-LAN diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 1989 dan Surat Keputusan Ketua LAN Nomor 1202 Tahun 1990. Selanjutnya penguatan kedudukan dan peran STIA-LAN diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1999 tentang LAN. Eksistensi STIA LAN diperkuat lagi melalui Keputusan Presiden   Nomor   100   Tahun 1999 tanggal  31  Agustus 1999 tentang Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (STIA LAN). Operasional organisasi STIA LAN diatur melalui  Keputusan Kepala LAN Nomor  535/V/6/1999  tanggal 20 September 1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Ilmu Adminsitrasi Lembaga Administrasi Negara.

Tentang PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya
PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya adalah perusahaan produsen makanan dan minuman dalam kemasan, dengan merek dagang PopIt Snack®. Saat ini konsentrasi untuk memproduksi makanan ringan dari hasil olah pangan jagung dengan merek dagang PopIt Snack®.

For immediately contact Public Relation Officer in charge

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya  | [email protected]

###

for immediately publish and release

IKLAN