fbpx

PopIt Snack® Mengikuti Acara WAKUNJAR Bersama Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Jawa Barat di IKEA Teras Indonesia

Kabupaten Bandung 24 April 2021, untuk segera dipublikasikan. – Ekonomi merupakan salah satu keunggulan provinsi Jawa Barat selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Barat pun menyadari potensi ini perlu untuk terus dikembangkan dan menjadi sektor pendorong kemajuan Jawa Barat secara nasional dan internasional. Keseriusan pemprov Jawa Barat tecermin dari komitmen pengembangan ekonomi kreatif yang dituangkan dalam Perda No. 15 tahun 2017, yang terbit lebih awal dari UU Ekonomi Kreatif Nasional No. 24 Tahun 2019.

Terkini, pemprov Jawa Barat membentuk Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi (KREASI) Jabar. Ia merupakan lembaga nonstruktural untuk mendukung tugas-tugas mengimbangi kecepatan dinamika ekonomi kreatif modern. KREASI diberi kewenangan untuk melakukan sinkronisasi kebijakan dan program terkait ekonomi kreatif lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di Jawa Barat dan peningkatan kerja sama pemprov Jawa Barat dengan berbagai pihak terkait ekonomi kreatif. Dalam mendukung upaya ini, KREASI merilis platform jejaring para pemangku kepentingan ekonomi kreatif di Jawa Barat. Platform yang beralamat di kreasijabar.id ini diharapkan dapat pula menjadi pangkalan data ekonomi kreatif yang tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga memberikan manfaat lain.

Kami berharap dengan adanya website yang diinisiasi oleh KREASI Jabar ini bisa menjadi wadah bagi para pelaku ekraf jabar untuk memberikan informasi-informasi produknya, sehingga nanti akan memudahkan dalam pengembangan Ekraf kedepannya,” ujar Dedi Taufik selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat dalam keterangan tertulis. Maka dari itu, sebuah pangkalan data terbuka dan aksesibel menjadi sangat penting untuk memudahkan pengumpulan data terpusat. Pangkalan data ini juga diharapkan dapat menghindarkan ketidaknyamanan pelaku yang harus mengisi survey pendataan berulang-ulang untuk instansi berbeda-beda.

Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Industri Pariwisata Azis Zulficar menyebut aspek Digitalisasi dan Optimalisasi Produk Ekonomi Kreatif (DIOPREK) menjadi sebuah keharusan bagi para pelaku dalam meningkatkan daya saing untuk pertumbuhan ekonomi Jabar. Sementara itu, Harry Mawardi, Direktur Pelaksana KREASI Jabar, berharap kreasijabar.id ini dapat menjadi solusi data akuntabel dan valid yang menggambarkan potensi ekonomi kreatif Jawa Barat.

Dalam rangka Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Wakunjar akan diadakan spesial mengundang 8 pakar dalam 2 sesi membahas peluang, rekomendasi, dan potensi Jenama Kreatif Jabar bisa Juara. Dimulai di Teras Indonesia, IKEA Kota Baru Parahyangan. Pada hari Sabtu 24 April 2021, diadakan kegiatan WAKUNJAR.

WAKUNJAR Sesi 1: “Peluang dan Rekomendasi Pengembangan Jenama Kreatif Jawa Barat” dengan moderator Gilang Nur Rahman, Pemimpin Redaksi Kulturlokal.id dan dengan narasumber Bapak Setiawan Wangsaatmaja, selaku Sekda Provinsi Jawa Barat (diwakili oleh Asda Provinsi Jawa Barat Mohammad Taufiq Budi Santoso), Bapak Ben Wirawan, selaku CEO Torch.id, Bapak Adi Panuntun, selaku CEO Sembilan Matahari, dan Ibu Cassandra Sari, selaku Co-Founder Rawhaus.

WAKUNJAR Sesi 2: “Potensi Jenama Subsektor Ekonomi Kreatif Unggulan Jawa Barat” dengan moderator Ricky Arnold, Head of Cultural & Communication Affairs IFI Bandung dengan narasumber Bapak Fransiscus, selaku Direktur Utama PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya, Bapak Kris Samuel, selaku Owner Uttara, Bapak Gunawan, selaku Owner ARLI, dan Ibu Fitri Raehanah, selaku Marketing Manager IDCloudHost.

Acara sejenis sebaiknya dilakukan secara berkala untuk mengedukasi pelaku ekonomi kreatif lainnya dan juga merangsang mereka untuk menciptakan produk dan innovasi baru dari berbagai sektoral. Program Bangga Buatan Indonesia adalah kampanye nasional yang digaungkan oleh seluruh lembaga pemerintahan, dimana menciptakan produktifitas hingga menciptakan potensi produk dalam negeri untuk go internasional. Pada kesempatan ini, saya diundang sebagai narasumber, diluar sana masih banyak para pelaku ekonomi kreatif yang belum tersentuh, ini tugas kita bersama untuk merangkul sebagai satu kesatuan agar bersama – sama kita bisa maju kekancah internasional. Produk lokal tidak kalah dengan produk luar negeri, hanya saja, secara jenama produk lokal masih kurang dalam story telling brandnya, sehingga kurang terlihat. Dimasa pandemik COVID-19, banyak jenama baru bermunculan, banyak pelaku ekonomi kreatif yang mencoba menggeliat kepermukaan. Salah satu strategi adalah kolaborasi dimana satu dan lainnya dapat saling menciptakan core business baru atau lini baru.“papar Fransiscus direktur utama PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya mewakili jenama PopIt Snack saat mengikuti acara WAKUNJAR di Teras Indonesia.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tentang Kegiatan PopIt Snack® ini, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat memaksimalkan teknologi informasi untuk berkompetisi dengan sehat dan memberikan informasi yang lebih cepat.

 

 

 

Tentang Komite Ekonomi Kreatif dan Innovasi Jawa Barat
Adalah lembaga yang dibentuk untuk mendorong kolaborasi pemangku kepentingan ekonomi kreatif dalam melahirkan kreatifitas dan inovasi yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jawa Barat.

Tentang PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya
PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya adalah perusahaan produsen makanan ringan dalam kemasan, dengan merek dagang PopIt Snack®. Saat ini konsentrasi untuk memproduksi makanan ringan dari hasil olah pangan jagung dengan merek dagang PopIt Snack®.

For immediately contact Public Relation Officer in charge

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya  | press@popitsnack.com

###

for immediately publish and release

IKLAN