0

Cart

PopIt Snack® Mengikuti Audit Kedua Startup Bisnis UNPAR dan PPKM

Kabupaten Bandung 12 November 2018, untuk segera dipublikasikan. – Kemampuan bisnis yang matang menjadi modal utama bagi perkembangan sektor ekonomi Indonesia di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Untuk menjadi pebisnis, seseorang dituntut memiliki jiwa dan pemikiran entrepreneur agar mampu bersaing. Dunia bisnis semakin menuntut kompetensi unggul serta kreativitas para pelaku bisnis untuk terjun dan siap bersaing di pasar dalam negeri, bahkan global. Selain itu pelaku bisnis juga dituntut melakukan inovasi agar bisa menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih besar. Ini adalah kali kedua Mandiri Tunggal Sejahtera mengikuti proses audit kedua startup bisnis yang diinisiasi oleh Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) dengan Paguyuban Pengusaha Kecil Menengah (PPKM). Dimana merupakan rangkaian dari program pre-SCORE sebagai dasar pelatihan startup bisnis pada UMKM di Kabupaten Bandung.

Tahun 2018 ini adalah kali pertama UNPAR menggelar pre-SCORE, setelah pada tahun sebelumnya menggelar program yang sama dengan sasaran utama para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). SCORE yang merupakan singkatan dari Sustaining Competitive and Responsible Enterprises ini adalah program yang diinisiasi oleh salah satu lembaga di dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa, International Labor Organization. Lalu oleh BEDO (Business & Export Development Organization) sebagai lembaga non-profit dengan misi mengembangkan industri kecil menengah dan jejaring di Indonesia, SCORE kemudian dikembangkan menjadi SCORE Plus. Pre-SCORE ditujukan agar UMKM lebih bersiap dalam mengikuti modul – modul dalam rangkaian program SCORE.

Kata “Plus” ditambahkan setelah “SCORE” karena program ini lebih ditujukan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan skala produksi yang lebih kecil dan jumlah pekerja kurang dari 20 orang. Prodi Sarjana Manajemen Unpar bekerja sama dengan Paguyuban Pengusaha Kecil dan Menengah Kabupaten Bandung serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung menjaring setidaknya 40 pelaku UMKM untuk mengikuti pre-SCORE tahun ini.

Dimulai dengan sosialisasi program pada pertengahan Oktober 2018 yang lalu, pelatihan startup bisnis Unpar dilanjutkan dengan workshop sebanyak tiga kali, yang mana presentasi terakhir akan digelar pada Sabtu, 7 Desember 2018. Dari Oktober hingga Desember, para peserta melakukan konsultasi bisnis, mendapatkan pendampingan dan kunjungan, serta coaching dari beberapa dosen Prodi Sarjana Manajemen Unpar. Para dosen inilah yang menjadi narasumber saat workshop dan menjadi coach selama periode pendampingan peserta pre-SCORE.

Selama menjalani coaching dan pelatihan, PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya menjadi semakin terasah dalam melangkah dan mengembangkan usahanya. Hal yang terabaikan dalam desain kemasan, tak luput menjadi sasaran untuk di poles agar lebih baik lagi.“, tutur direktur utama PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya Bapak Fransiscus. Setelah menjalani Pelatihan Bisnis Startup yang diinisiasi oleh Universitas Parahyangan (UNPAR) dan Paguyuban Pengusaha Kecil dan Menengah (PPKM), PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya diwajibkan untuk dilakukan audit kedua startup bisnis oleh pihak UNPAR guna pemantauan perkembangan usahanya.

Pengembangan usaha UMKM dilakukan secara berkala dan terarah. Melibatkan juga dosen pembimbing yang mumpuni dibidangnya dan mahasiswa – mahasiswi yang diposisikan sebagai konsumen sesuai segmentasi pasar perusahaan. “Ibu Leokadia Retno Adriani, Dra., M.Si., adalah dosen pembimbing Universitas Katolik Parahyangan yang disediakan untuk PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya, yang juga sebagai Kepala Laboratorium Fakultas Manajemen Ekonomi UNPAR dan dosen senior dibidang managemen pemasaran. Beliau ditugaskan untuk membimbing saya dalam menahkodai perusahaan. Membantu dengan naluri keibuannya, membimbing saya dan perusahaan untuk semakin maju dan berkembang. Hal – hal kecil tak luput dari pantauan beliau. Saya optimis bahwa mengikuti rangkaian acara pelatihan statup bisnis ini akan membuahkan hasil yang sangat baik bagi perusahaan. Terlebih, beliau mengadakan studi kelayakan usaha langsung dengan mahasiswa – mahasiswi UNPAR dalam memvalidasi usaha kami.“, papar Fransiscus saat mengakhiri audit kedua startup bisnis UNPAR di kabupaten Bandung.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tentang Kegiatan PopIt Snack® ini, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat memaksimalkan teknologi informasi untuk berkompetisi dengan sehat dan memberikan informasi yang lebih cepat.

 

 

 

Tentang Universitas Parahyangan (UNPAR)
Universitas Katolik Parahyangan atau dikenal dengan UNPAR adalah salah satu perguruan tinggi swasta tertua dan paling prestisius di Indonesia yang terletak di kota Bandung. Kampus utamanya terletak di Jalan Ciumbuleuit, dan kampus lainnya terletak di Jalan Merdeka dan Jalan Nias. Sebelum memiliki gedung sendiri di Jalan Merdeka, juga pernah menggunakan gedung “Panti Budaya” , (sekarang menjadi Gedung Bank Indonesia yang baru) untuk kegiatan kuliahnya.

Tentang Paguyuban Pengusaha Kecil dan Menengah (PPKM)
Tanggal 25 januari 2017 adalah hari paling bersejarah bagi para UMKM Kabupaten Bandung, dimana hari itu untuk pertama kalinya lebih dari 300 orang pelaku usaha dari berbagai jenis usaha yang mewakili sebagian masing – masing kecamatan di Kabupaten Bandung, berkumpul dengan cara musyawarah dan mufakat untuk melakukan kegiatan Silaturahmi Akbar di Gedung Mochamad Toha kompleks PEMDA Kabupaten Bandung. Pada kesempatan itu pula ikut juga dihadiri oleh pejabat dari kepala daerah, Bapak Bupati Kabupaten Bandung. Dalam sambutannya, beliau mendukung dan memberikan instruksi untuk segera membentuk sebuah wadah para pelaku usaha yang didalamnya beranggotakan dari berbagai latar belakang usaha, hal tersebut disambut baik oleh seluruh pelaku usaha yang hadir. Nama Paguyuban menjadi pilihan beliau (Bapak Bupati Kabupaten Bandung – Red) untuk di pakai sebagai nama wadah. Di buat wadah tersebut harapannya supaya Paguyuban ini menjadi salah satu mitra pemerintah Kabupaten Bandung dalam hal pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah serta bersinergi dengan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang berhubungan dengan pembinaan UMKM. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan musyawarah untuk segera diangkat seorang ketua Paguyuban. H. Surya Budiawan terpilih menjadi ketuanya. Seiring berjalannya waktu, saat ini nama wadah itu adalah Paguyuban Pengusaha Kecil Menengah (PPKM).

Tentang Benang Merah Komunikasi
Benang Merah Komunikasi berusaha untuk menjadi pemimpin global dalam solusi media digital dan pemasaran digital di era MEA (MAsyarakat Ekonomi ASEAN) pada tahun 2018 dan telah dimulai sejak awal 2015, terutama di Indonesia. Benang Merah Komunikasi berharap bisa memberi pelanggan sesuatu untuk menciptakan terobosan konten digital, menyebar di media dan layanan, mengukur dan mengoptimalkan dari waktu ke waktu, dan mencapai kesuksesan bisnis yang lebih besar. Mereka membantu pelanggan membuat, mengelola, mempromosikan, dan memonetisasi konten mereka di setiap saluran dan tampilan. Benang Merah Komunikasi adalah wiraswasta kreatif dan ahli strategi kreatif yang bekerja dengan merek, institusi, dan lembaga yang berpikiran maju. Didirikan pada tahun 2002 oleh Fransiscus dan berbasis di Bandung, Jawa Barat – Indonesia, Benang Merah Komunikasi beroperasi di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.duniabenangmerah.com.

Tentang PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya
PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya adalah perusahaan produsen makanan ringan dalam kemasan, dengan merek dagang PopIt Snack®. Saat ini konsentrasi untuk memproduksi makanan ringan dari hasil olah pangan jagung dengan merek dagang PopIt Snack®.

For immediately contact Public Relation Officer in charge

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya  | press@popitsnack.com

###

for immediately publish and release

IKLAN