Cart

PopIt Snack® Mengikuti Kelas Sosialisasi IPO PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya dengan IDX Perwakilan Jawa Barat

Kota Bandung 26 November 2019, untuk segera dipublikasikan. – Mengutip dari laman resmi Bursa Efek Indonesia, pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.

BEI adalah lembaga yang berperan dalam menyelenggarakan dan menyediakan fasilitas sistem perdagangan efek di pasar modal Indonesia. Secara sederhana Bursa Efek Indonesia adalah pasar di mana efek/ surat berharga jangka panjang diperdagangkan. BEI/IDX ini merupakan satu-satunya bursa efek yang ada di Indonesia. Secara umum bursa memiliki 2 peranan yaitu sebagai fasilitator dan kontrol terhadap jalannya perdagangan efek di Indonesia.

Ditinjau dari salah satu perannya, Bursa Efek Indonesia memilih untuk lebih memprioritasnya perusahaan-perusahaan skala kecil dan menengah untuk terdaftar di bursa dibandingkan dengan meneruskan wacana lama untuk mendorong listing perusahaan dengan utang bank Rp1 triliun atau emiten/perusahaan asing yang memiliki aset atau pendapatan 50% di Indonesia.

Regulasi bagi pencatatan saham calon emiten UKM juga sudah siap sejak tahun lalu, sehingga saat ini merupakan momentum untuk mendorong kelompok perusahaan ini masuk bursa. Regulasi yang dimaksud yakni POJK 53/POJK.04/2017 tentang Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu oleh Emiten dengan Aset Skala Kecil atau Emiten dengan Aset Skala Menengah. Aturan lainnya yakni POJK 54/POJK.04/2017 yang secara khusus mengatur tentang bentuk dan isi prospektusnya. Kedua aturan ini sudah terbit sejak pertengahan Juli 2017 lalu sehingga perlu ditindaklanjuti segera. Dalam POJK tersebut, perusahaan kategori kecil adalah yang memiliki total aset kurang dari Rp50 miliar, sedangkan kategori menengah memiliki total aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Perusahaan tersebut harus merupakan badan usaha Indonesia dan tidak dikendalikan langsung oleh emiten yang bukan berskala kecil atau menengah, atau perusahaan dengan aset di atas Rp250 miliar.

Selama ini, emiten UKM di bursa tercatat di papan pengembangan yang mensyaratkan calon emiten memiliki aset fisik bersih minimal Rp5 miliar. Papan akselerasi akan menjadi tempat bagi emiten UKM yang masih tahap awal operasi seperti perusahaan-perusahaan yang berbasis sumber daya, seperti perkebunan dan pertambangan mineral serta migas dan belum membukukan keuntungan.

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya memiliki target untuk menjadi perusahaan perseroan terbuka. Dalam upayanya mencapai goal tersebut, Direktur utama PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya bapak Fransiscus melakukan berkolaborasi dengan IDX Perwakilan Jawa Barat untuk menyampaikan maksud dan tujuan perusahaan yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Selasa, tertanggal 26 November 2019, staff dan direksi dari PT. Mandiri Tunggal Sejahtera diundang dalam kegiatan sosialisasi yang dikhususnya untuk PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya oleh IDX Inkubator perwakilan Jawa Barat.

Head of IDX Incubator Area Jawa Barat Achmad Dirgantara mengatakan, “Minat pelaku usaha di Jawa Barat untuk masuk ke dalam pencatatan IDX memang cukup besar, namun semuanya diiringi dengan kesiapan management dan perusahaan itu sendiri dalam melakukan kesiapannya menuju realisasi IPO. Emiten skala ini akan mendapatkan tempat khusus di bursa dengan papan pencatatan berbeda, yakni Papan Akselerasi. Untuk itu, bursa telah menerbitkan Peraturan Nomor I-V tentang Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham di Papan Akselerasi yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat. Bursa Efek Indonesia membuka ‘keran’ bagi perusahaan dengan skala usaha kecil dan menengah (UKM) untuk bisa mencatatkan saham di pasar modal melalui penawaran perdana saham atau IPO. Dengan begitu, tak hanya perusahaan skala besar yang bisa menjadi emiten di BEI, namun perusahaan ‘mini’ juga bisa meramaikan pasar modal. Ini adalah peran IDX dalam menyampaikan tugasnya dalam membantu dan memberikan konsultasi bagi perusahaan yang ingin menuju initial public offering (IPO).

“Perusahaan beruntung untuk berkembang dan bertumbuh di era saat ini, dimana kemudahan dan fasilitas yang diberikan pemerintah sebagai pengendali ekonomi semakin dimudahkan. IDX dan IDX Inkubator perwakilan Jawa Barat ini misalnya sangat responsif dan terus membimbing perusahaan agar tujuan perusahaan untuk dapat melantai dan menuju realisasi IPO dapat dimulai dengan mudah. Tentunya kemudahan tersebut harus dicapai dengan pemenuhan persyaratan yang baik. IDX menjabarkan semuanya agar emiten dapat mudah mendapatkan entitas lain yang membantu dan berperan dalam pengawasan tujuan IPO perusahaan”, papar Fransiscus ketika usai mengikuti kelas sosialisasi IPO PT. Mandiri Tunggal Sejahtera bersama dengan IDX di bilangan PHH. Mustofa Kota Bandung.

Achmad Dirgantara mewakili IDX kantor perwakilan Jawa Barat pun menambahkan, “Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan investor sebelum membeli saham emiten skala kecil. Salah satunya adalah tujuan penggunaan dana IPO. Jika semuanya untuk ekspansi dan duplikasi, bagus!” katanya.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tentang Kegiatan PopIt Snack® ini, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat memaksimalkan teknologi informasi untuk berkompetisi dengan sehat dan memberikan informasi yang lebih cepat.

Tentang Indonesia Stock Exchange (IDX)
Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem juga sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli Efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan Efek di antara mereka. Bursa Efek Indonesia merupakan bursa hasil penggabungan dari Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya (BES). Demi efektivitas operasional dan transaksi, Pemerintah memutuskan untuk menggabung Bursa Efek Jakarta sebagai pasar saham dengan Bursa Efek Surabaya sebagai pasar obligasi dan derivatif menjadi BEI. Bursa hasil penggabungan ini mulai beroperasi pada 1 Desember 2007. BEI menggunakan sistem perdagangan bernama Jakarta Automated Trading System (JATS) sejak 22 Mei 1995, menggantikan sistem manual yang digunakan sebelumnya. Sejak 2 Maret 2009 sistem JATS ini sendiri telah digantikan dengan sistem baru bernama JATS-NextG. Bursa Efek Indonesia juga memiliki visi dan misi untuk mencapai tujuan perusahaan. Visi Bursa Efek Indonesia adalah untuk menjadi bursa yang kompetitif dengan kredibilitas tingkat dunia, dengan misi yaitu menyediakan infrastruktur untuk mendukung terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien serta mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders)

Tentang PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya
PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya adalah perusahaan produsen makanan ringan dalam kemasan, dengan merek dagang PopIt Snack®. Saat ini konsentrasi untuk memproduksi makanan ringan dari hasil olah pangan jagung dengan merek dagang PopIt Snack®.

For immediately contact Public Relation Officer in charge

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya  | press@popitsnack.com

###

for immediately publish and release

IKLAN