0

Cart

PopIt Snack® Mengikuti Pelatihan Lanjutan AutoHalal Ecosystem bersama Teman Halal

Kota Bandung 28 April 2019, untuk segera dipublikasikan. –Indikator kehalalan secara sederhana dinyatakan dalam kaidah ushul bahwa segala sesuatu pada dasarnya adalah dibolehkan, kecuali ada dalil nash yang mengharamkannya. Implikasi dari kaidah ini adalah perlu adanya kategori yang jelas tentang sesuatu yang haram, baik dari sisi zatnya (haram lidzatihi) atau pun dari sisi prosesnya (haram lighoirihi). Kategori proses dan zat yang diharamkan menjadi alat screening untuk mengidentifikasi mana produk yang halal dan haram.

MUI sebagai representatif ulama Indonesia membentuk Dewan Syariah Nasional (DSN) untuk mengawasi, menyiapkan regulasi dan mendampingi perkembangan industri halal di sektor keuangan. MUI mendirikan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) sebagai garda terdepan melakukan screening halal dan pengawasan sektor consumer goods. Pada sektor sosial, pemerintah menetapkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) sebagai leading pengelolaannya. Integrasi kelembagaan yang dibentuk oleh ulama dan umara ini telah banyak memproduksi regulasi dan kebijakan yang strategis.

Sistem Jaminan Halal (SJH) merupakan salah satu sistem yang secara khusus dikembangkan oleh MUI melalui LPPOM untuk melakukan sertifikasi halal bagi produk industri yang dimulai secara formal pada tahun 2005. Labelisasi halal MUI sangat membantu masyarakat untuk memilih produk yang akan dikonsuminya. Hanya saja saat ini labelisasi halal masih belum banyak menyentuh produk usaha mikro dan kecil di masyarakat disebabkan minimnya informasi dan kesadaran untuk membuat sertifikasi halal. Bagi industri, standarisasi adalah hal yang umum untuk memastikan kualitas produk mereka di pasar. Industri menggunakan ISO 9001 untuk standar sistem manajemen mutu, OHSAS 18001 standarisasi sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja, dan saat ini dipromosikan SJH 23000 untuk standar sistem manajemen halal. SJH merupakan komitmen perusahaan untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan adalah halal tidak terkontaminasi najis.

Sejalan dengan langkah MUI pemerintah melalui Kementerian Agama membentuk Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH) melalui PMA Nomor 42 Tahun 2016 sebagai implementasi Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014. Berdirinya BPJH melalui APBN ini akan menjadi mitra stretegis MUI dan merupakan kolaborasi antara ulama dan umaro dalam menciptakan sistem jaminan halal, MUI menyiapkan kajian, screening dan fatwa, BPJH menerbitkan ketetapan halal. Hal ini sejalan dengan jamin halal di lembaga keuangan, dimana DSN-MUI mengeluarkan fatwa sementara OJK menerbitkan regulasi praktis yang diaplikasikan pada bentuk evaluasi dan pengawasan operasional. Kesiapan regulasi dan institusi untuk mendukung terpenuhinya kebutuhan produk halal bagi muslim Indonesia sudah semakin terlengkapi. Langkah selanjutnya adalah memantapkan edukasi agar kesadaran halal berubah menjadi gaya hidup halal. Gaya hidup halal akan mendukung keputusan konsumen muslim untuk memilih produk halal sebagai prioritas. Hal ini akan menstimulasi tinginya permintaan bagi industri yang mau tidak mau harus ikut terlibat menyiapkan supply chain produk halal mulai dari pemenuhan barang baku hingga proses pendistribusiannya.

Adanya inovasi dari sisi produk, supply chain yang baik, serta permintaan yang tinggi pada produk halal pada waktunya akan mampu meningkatkan perekonomian dari sektor industri makanan. Berkembangnya trend halal food dibeberapa negara minoritas muslim yang menjadi tujuan wisata seperti Jepang, Korea, Singapura dan Thailand didorong oleh gaya hidup halal para traveler muslim yang banyak mengunjungi negara mereka. Dengan potensi kekayaan kuliner khas Indonesia yang dibentengi dengan standarisasi halal, bukan tidak mungkin menjadikan Indonesia sebagai produsen utama produk halal di masa depan. Potensi ini ditambah dengan fakta bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Halal Park di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan Jakarta, dalam upaya perwujudan Indonesia menjadi 10 besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Kawasan ini merupakan embrio dari distrik halal yang memiliki area lebih luas dan lebih lengkap.

Dalam rangka menyambut era industri 4.0, LPPOM MUI pun kembali menghadirkan terobosan baru. Setelah diluncurkan pada Milad LPPOM MUI ke-30 Januari lalu, aplikasi sistem sertifikasi halal online Cerol-SS23000 v3.0 mulai diperkenalkan kepada perusahaan. Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) turut berkontribusi dalam kegiatan Training of Trainer Pegiat Halal pada 27-28 April 2019 yang diprakarsai oleh Teman Halal di Auditorium IPTEKS CC Timur, Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung. Kegiatan yang merupakan buah hasil kerja sama dari Pusat Halal Salman ITB, Pusat Kajian Halal ITB, dan Teman Halal Bandung ini bertujuan membangun wawasan terkait halal lifestyle yang aplikatif dengan pendekatan halal industri.

“PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya menghadiri kegiatan acara ini dengan tujuan untuk mendapatkan informasi tentang Halal sebagai lifestyle dan diharapkan setelah mengikuti Training of Trainer (ToT) ini, perusahaan yang diwakili oleh ketua manajemen halal PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya (saya – Fransiscus) yang ikut hadir dapat turut serta terjun menjadi konsultan untuk membimbing anggota manajemen halal perusahaan agar dapat lebih baik kembali sesuai dengan Sistem Jaminan Halal yang sudah ditetapkan perusahaan. Disamping itu komunitas Teman Halal dari platform yang telah terbentuk ini diharapkan menjadi alat mediasi bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk kami yang mempunyai visi yang sama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih berkah dengan komitmen dan penerapan halal pada manajemen hingga produksi suatu barang dan jasa.“, ungkap Fransiscus yang juga sebagai direktur utama PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tentang Kegiatan PopIt Snack® ini, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat memaksimalkan teknologi informasi untuk berkompetisi dengan sehat dan memberikan informasi yang lebih cepat.

 

 

 

Tentang Teman Halal
Teman Halal yang digagas oleh IMH-group merupakan Platfrom Media Informasi dan Edukasi Gaya Hidup Halal dengan tagline #SiapSetiaBersamamu. InsyaaAllah siap membersamai dan memfasiitasi dalam ber-gaya hidup halal untuk mewujudkan Indonesia yang lebih berkah.

Tentang LPPOM MUI Jawa Barat
Pembentukan LPPOM MUI didasarkan atas mandat dari Pemerintah/negara agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) berperan aktif dalam meredakan kasus lemak babi di Indonesia pada tahun 1988. LPPOM MUI didirikan pada tanggal 6 Januari 1989 untuk melakukan pemeriksaan dan sertifikasi halal. Untuk memperkuat posisi LPPOM MUI menjalankan fungsi sertifikasi halal, maka pada tahun 1996 ditandatangani Nota Kesepakatan Kerjasama antara Departemen Agama, Departemen Kesehatan dan MUI. Nota kesepakatan tersebut kemudian disusul dengan penerbitan Keputusan Menteri Agama (KMA) 518 Tahun 2001 dan KMA 519 Tahun 2001, yang menguatkan MUI sebagai lembaga sertifikasi halal serta melakukan pemeriksaan/audit, penetapan fatwa, dan menerbitkan sertifikat halal.

LPPOM MUI menjadi Lembaga Sertifikasi Halal Pertama dan Terpercaya di Indonesia serta semakin menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga sertifikasi halal yang kredibel, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pada Tahun 2017 dan 2018 LPPOM MUI memperoleh Sertifikat Akreditasi SNI ISO / IEC 17025 : 2008 untuk Laboratorium Halal dan SNI ISO / IEC 17065 : 2012 dan DPLS 21 untuk Lembaga Sertifikasi Halal dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). LPPOM MUI mempunyai komitmen terhadap ketidakberpihakan dalam kegiatan sertifikasi halal. LPPOM MUI mengidentifikasi, menganalisa dan mendokumentasikan kemungkinan konflik kepentingan yang timbul dari penyediaan sertifikasi termasuk setiap konflik yang timbul dari hubungan kerjanya. Bila hubungan menunjukkan suatu ancaman yang tidak dapat diterima terhadap ketidakberpihakan maka sertifikasi tidak akan diberikan.

Tentang PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya
PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya adalah perusahaan produsen makanan ringan dalam kemasan, dengan merek dagang PopIt Snack®. Saat ini konsentrasi untuk memproduksi makanan ringan dari hasil olah pangan jagung dengan merek dagang PopIt Snack®.

For immediately contact Public Relation Officer in charge

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya  | press@popitsnack.com

###

for immediately publish and release

IKLAN