0

Cart

PopIt Snack® Mengikuti Pengembangan Startup Bisnis Tahap Akhir UNPAR dan PPKM

Kota Bandung 07 Desember 2018, untuk segera dipublikasikan. – Hari ini bertempat di Gedung 11 Universitas Katolik Parahyangan dilangsungkan sesi startup bisnis tahap akhir dari rangkaian kegiatan pre-SCORE diisi dengan presentasi dari 40 UMKM yang menghadiri rangkaian kegiatan tersebut dan acara peluncuran buku secara digital dengan tajuk “Efektifitas Program SCORE UNPAR dalam Revitalisasi Bisnis UKM” dimana anggota pelatihan yang juga anggota Paguyuban Pengusaha Kecil Menengah (PPKM) terlibat didalamnya sebagai subjek penelitian dan pengembangan startup bisnis. Harapanya dapat terpilih 30 peserta yang mengikuti rangkaian acara tersebut dinyatakan lolos dan dapat melanjutkan pada kegiatan SCORE yang langsung di inisiasi oleh Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) dengan International Labour Organization (ILO).

Pada Senin 16 November 2016 yang lalu, telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (FE UNPAR) dengan Business and Export Development Organization (BEDO). Penandatanganan nota kesepahaman tersebut merupakan tindak lanjut dari kerjasama informal yang telah dijalin antara FE UNPAR, khususnya Program Studi Manajemen dengan BEDO.

Kesepakatan kerjasama ini diwakili oleh Ibu Dr. Maria Merry Marianti, Dra., M.Si selaku Dekan FE UNPAR atas surat kuasa dari Bapak Mangadar Situmorang, Ph.D, Rektor UNPAR; sedangkan perwakilan dari BEDO adalah Bapak Jeff Kristianto Iskandarsyah selaku Program Manager. Sebagai komunitas sharing UMKM berbasis ekspor, BEDO akan mengadakan dua program bersama FE UNPAR selama dua tahun kedepan. Pertama, program Sustaining Competitive & Responsible Enterprises (SCORE) yang dilakukan bersama ILO. Program pendampingan tersebut dilakukan guna meningkatkan daya saing, efisiensi, dan kreativitas UMKM. Kedua, Export Coaching Program (ECP) mengenai step by step UMKM untuk dapat melakukan ekspor dan pameran di luar negeri. Adapun program yang akan dilakukan terlebih dahulu dalam waktu dekat yaitu program SCORE. Program yang telah dilakukan di 8 negara sejak tahun 2010 tersebut akan mengupas lima modul berkenaan dengan kerjasama di tempat kerja, manajemen kualitas, produksi lebih bersih (dalam hal ini berkenaan dengan efisiensi energi dan limbah), manajemen SDM, dan K3 ‘Kesehatan dan Keselamatan Kerja’.

40 UMKM yang semuanya merupakan anggota dari Paguyuban Pengusaha Kecil Menengah (PPKM) Kabupaten Bandung  dan melakukan presentasi pada sesi startup bisnis tahap akhir tersebut merupakan peserta yang beruntung karena mendapatkan pelatihan bertaraf internasional. PPKM yang merupakan paguyuban yang bersinergi dengan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung ini merupakan satu satunya organisasi yang langsung ditunjuk oleh Bapak Bupati Kabupaten Bandung sebagai organisasi yang mewadahi UMKM di Kabupaten Bandung dan setara dengan SKPD.  PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya diwakilkan oleh Bapak Fransiscus adalah salah satu UMKM di Kabupaten Bandung dan juga anggota dari Paguyuban Penguasaha Kecil Menengah (PPKM) yang mendapatkan kesempatan dalam angkatan 3 pre-SCORE (pelatihan startup bisnis) yang dibimbing oleh para pelaku akademisi dari Universitas Katolik Parahyangan.

Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden PPKM, Bapak H. Surya Budiawan, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bandung, dan juga pihak UNPAR yang sudah membina saya, seperti dosen pembimbing kami Ibu Leokadia Retno Adriani, Dra., M.Si. Agar perusahaan untuk dapat lebih mengenal perusahaan lewat modul – modul yang diberikan. Perusahaan terus diasah dan digali potensinya agar memahami pasar dan konsumen. Di kesempatan pelatihan startup bisnis tahap akhir ini, saya diwajibkan untuk mempresentasikan perusahaan berdasarkan SWOT dan Metodologi IMAR.“, ucap Fransiscus.

Di sesi startup bisnis tahap akhir ini juga dilakukan peluncuran buku secara digital dengan tajuk “Efektifitas Program SCORE UNPAR dalam Revitalisasi Bisnis UKM“. Buku yang diterbitkan secara digital berjumlah 287 halaman ini memuat penjelasan dan studi kasus dari program SCORE batch 1 dan 2 yang sebelumnya diadakan.

Ada hal yang saya pelajari dari keikut sertaan PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya dalam rangkaian acara SCORE UNPAR (sesi startup bisnis tahap akhir) ini, Pertama dari Presiden PPKM Bapak Surya Budiawan yang mengatakan bahwa Usaha UMKM itu pada dasarnya ada 3 kendala. Kendala Finansial, Kendala Managerial, dan kendala Pemasaran. Apabila UMKM mampu mengatasi permasalahan dan kendala yang ada, maka UMKM akan scalable ke level berikutnya. Dan Kedua dari civitas akademisi UNPAR, yang memaparkan bahwa meningkatkan suatu bisnis harus dimulai dengan mengenal ‘man behind the gun’ dan mengenal kelebihan dan kekurangan bisnis tersebut. Sehingga dapat diatasi dengan pemecahan masalah.“, papar direktur utama PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya Bapak Fransiscus ketika melakukan presentasi startup bisnis tahap akhir mewakili PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya dihadapan para peserta.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tentang Kegiatan PopIt Snack® ini, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat memaksimalkan teknologi informasi untuk berkompetisi dengan sehat dan memberikan informasi yang lebih cepat.

 

 

 

Tentang Universitas Parahyangan (UNPAR)
Universitas Katolik Parahyangan atau dikenal dengan UNPAR adalah salah satu perguruan tinggi swasta tertua dan paling prestisius di Indonesia yang terletak di kota Bandung. Kampus utamanya terletak di Jalan Ciumbuleuit, dan kampus lainnya terletak di Jalan Merdeka dan Jalan Nias. Sebelum memiliki gedung sendiri di Jalan Merdeka, juga pernah menggunakan gedung “Panti Budaya” , (sekarang menjadi Gedung Bank Indonesia yang baru) untuk kegiatan kuliahnya.

Tentang Paguyuban Pengusaha Kecil dan Menengah (PPKM)
Tanggal 25 januari 2017 adalah hari paling bersejarah bagi para UMKM Kabupaten Bandung, dimana hari itu untuk pertama kalinya lebih dari 300 orang pelaku usaha dari berbagai jenis usaha yang mewakili sebagian masing – masing kecamatan di Kabupaten Bandung, berkumpul dengan cara musyawarah dan mufakat untuk melakukan kegiatan Silaturahmi Akbar di Gedung Mochamad Toha kompleks PEMDA Kabupaten Bandung. Pada kesempatan itu pula ikut juga dihadiri oleh pejabat dari kepala daerah, Bapak Bupati Kabupaten Bandung. Dalam sambutannya, beliau mendukung dan memberikan instruksi untuk segera membentuk sebuah wadah para pelaku usaha yang didalamnya beranggotakan dari berbagai latar belakang usaha, hal tersebut disambut baik oleh seluruh pelaku usaha yang hadir. Nama Paguyuban menjadi pilihan beliau (Bapak Bupati Kabupaten Bandung – Red) untuk di pakai sebagai nama wadah. Di buat wadah tersebut harapannya supaya Paguyuban ini menjadi salah satu mitra pemerintah Kabupaten Bandung dalam hal pemberdayaan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah serta bersinergi dengan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang berhubungan dengan pembinaan UMKM. Dalam kesempatan yang sama, dilakukan musyawarah untuk segera diangkat seorang ketua Paguyuban. H. Surya Budiawan terpilih menjadi ketuanya. Seiring berjalannya waktu, saat ini nama wadah itu adalah Paguyuban Pengusaha Kecil Menengah (PPKM).

Tentang Benang Merah Komunikasi
Benang Merah Komunikasi berusaha untuk menjadi pemimpin global dalam solusi media digital dan pemasaran digital di era MEA (MAsyarakat Ekonomi ASEAN) pada tahun 2018 dan telah dimulai sejak awal 2015, terutama di Indonesia. Benang Merah Komunikasi berharap bisa memberi pelanggan sesuatu untuk menciptakan terobosan konten digital, menyebar di media dan layanan, mengukur dan mengoptimalkan dari waktu ke waktu, dan mencapai kesuksesan bisnis yang lebih besar. Mereka membantu pelanggan membuat, mengelola, mempromosikan, dan memonetisasi konten mereka di setiap saluran dan tampilan. Benang Merah Komunikasi adalah wiraswasta kreatif dan ahli strategi kreatif yang bekerja dengan merek, institusi, dan lembaga yang berpikiran maju. Didirikan pada tahun 2002 oleh Fransiscus dan berbasis di Bandung, Jawa Barat – Indonesia, Benang Merah Komunikasi beroperasi di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.duniabenangmerah.com.

Tentang PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya
PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya adalah perusahaan produsen makanan ringan dalam kemasan, dengan merek dagang PopIt Snack®. Saat ini konsentrasi untuk memproduksi makanan ringan dari hasil olah pangan jagung dengan merek dagang PopIt Snack®.

For immediately contact Public Relation Officer in charge

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya  | press@popitsnack.com

###

for immediately publish and release

IKLAN