fbpx

PopIt Snack® Mengikuti Rangkaian Program Pengemasan Produk UMKM Indonesia dari Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia

Kabupaten Bandung 22 September 2020, untuk segera dipublikasikan. – PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya sedang menjalani rangkaian program Fasilitasi Desain Kemasan dan Branding dari Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia.

Seiring dengan maraknya isu pencemaran lingkungan oleh limbah plastik, penggunaan kemasan ramah lingkungan (sustainable packaging) mulai berkembang. Ide penggunaan kemasan ramah lingkungan sendiri sudah lama diterapkan di negara asing. Mengikuti perkembangan tersebut, pelaku industri di Indonesia melihat hal itu sebagai peluang untuk mengembangkan dan mengikuti tren agar tidak tersisih dari persaingan global. Selain itu, penggunaan kemasan ramah lingkungan juga merupakan suatu keperluan yang harus diterapkan oleh setiap pelaku industri di Indonesia, mengingat saat ini saat ini tengah ramai isu mengenai bahaya limbah yang berasal dari sampah produk terutama plastik.

Berbeda dengan krisis 1998 di mana UMKM mampu bertahan, saat ini akibat pandemi Covid-19, sekitar 50 persen UMKM diperkirakan gulung tikar. Meski demikian pemerintah berupaya optimal untuk menyelamatkan UMKM dengan berbagai stimulus, setidaknya agar bisa menekan bertambahnya angka pengangguran dan tingkat kemiskinan.

Setidaknya 40 survei memperkirakan separuh UMKM tidak akan mampu survive, pemerintah berusaha membangkitkan UMKM dengan berbagai cara karena di sana ada 60 juta pengusaha UMKM, belum lagi jumlah tenaga kerjanya,” kata MenkopUKM Teten Masduki. Langkah-langkah yang dilakukan untuk membangkitkan UMKM itu antara lain mendorong UMKM menerima bansos, memberikan insentif pajak, relaksasi dan restrukturisasi pinjaman, di mana ada 60,6 juta UMKM yang sudah terhubung dengan lembaga pembiayaan formal. Selanjutnya, memberikan pinjaman baru, termasuk pada koperasi, mendorong Kementerian dan Lembaga serta pemda menyerap produk UMKM, serta kampanye membeli produk lokal. “Semua kebijakan itu ditujukan agar daya beli masyarakat bisa tumbuh, sekaligus menggerakkan perekonomian,” sambung Teten.

 

Ekonomi Digital UMKM

Lebih lanjut Teten mengatakan, pemerintah juga memprioritaskan adanya transformasi UMKM, dari yang selama ini mengandalkan offline menjadi online atau ekonomi digital. “Pandemi saat ini semakin mengharuskan UMKM untuk masuk dalam ekonomi digital. Saat ini baru delapan juta UMKM, atau 13 persen saja dari total UMKM, yang sudah terkoneksi secara digital. Kami mentargetkan hingga akhir tahun ini ada tambahan dua juta UMKM yang bisa terhubung ke ekonomi digital, sehingga total akan ada10 juta UMKM,” kata Menteri.

Sayangnya, lanjut Menteri, tidak serta merta UMKM yang sudah digital itu bisa survive. “Berbagai survei menunjukkan, tingkat keberhasilan UMKM yang masuk ekonomi digital berikar hanya 4 sampai 10 persen,” katanya.

Masalahnya apa? Ada beberapa, misalnya, di pasar online UMKM sudah harus berhadapan dengan brand besar, sementara kemampuan manajemen masih rendah, kapasitas dan volume produksi juga relatif kecil. Kasus bakpia pathok bisa jadi pelajaran, di mana pelaku UMKM sangat banyak, dengan volume produksi yang terbatas. Di sini perlu adanya konsolidasi brand, juga perlu ada rumah produksi bersama, sehingga bisa menjadi efisien,” tambah MenkopUKM.

MenkopUKM menegaskan, pelibatan kaum milenial yang sudah akrab dengan Teknologi Informasi (TI) akan sangat membantu UMKM, khususnya dalam masalah pemasaran di pasar digital. Kaum milenial juga bisa mendampingi UMKM dalam teknologi pengemasan dan kualitas produk. Stafsus Presiden RI Putri Tanjung menambahkan, saat ini yang dibutuhkan UMKM untuk bisa bertahan, bahkan menjadi pemenang, adalah leader atau CEO, atau entrepreneur yang mampu adaptif dalam menghadapi perubahan, konsisten dalam berproduksi, serta inovatif dalam menciptakan produk.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait tentang Kegiatan PopIt Snack® ini, jangan ragu untuk menghubungi kami. Kami berharap dapat memaksimalkan teknologi informasi untuk berkompetisi dengan sehat dan memberikan informasi yang lebih cepat.

 

 

 

 

 

Tentang Kementrian Koperasi dan UKM Republik Indonesia
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan koperasi dan usaha kecil dan menengah. Tugas dari kementrian ini berperan untuk membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan dan koordinasi kebijakan di bidang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Kementrian-kementrian yang ada di Indonesia dibentuk dengan tujuan yang berbeda-beda. Fungsi utama suatu kementerian adalah untuk membantu pemerintah pusat yaitu presiden untuk dapat mengontrol segala sektor dari setiap aspek yang menjadi bagian dari suatu negara tersebut. Dengan rumusan tugasnya, Membantu Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dalam melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, yang meliputi koordinasi, perumusan kebijakan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dan penyelenggaraan pengelolaan serta pelayanan administratif kepada seluruh unsur di lingkungan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.

Tentang PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya
PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya adalah perusahaan produsen makanan ringan dalam kemasan, dengan merek dagang PopIt Snack®. Saat ini konsentrasi untuk memproduksi makanan ringan dari hasil olah pangan jagung dengan merek dagang PopIt Snack®.

For immediately contact Public Relation Officer in charge

PT. Mandiri Tunggal Sejahtera Berkarya  | [email protected]

###

for immediately publish and release

IKLAN